• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Tanggap Bencana

Korban Angin Puting Beliung Cisarua Puncak Bogor Dapat Bantuan

23 October
17:29 2019
0 Votes (0)

KBRN, Bogor : Sejumlah warga korban bencana angin puting beliung di 2 desa kecamatan Cisarua Kabupaten Bogor masih khawatir akan ancaman bencana susulan yang di tengah pemukiman mereka.  Tercatat ada 82 kepala keluarga yang menempati kawasan lahan milik PTPN yang menjadi korban angin putting beliung di lokasi tersebut

Saat memberikan bantuan kepada warga kampung Citeko Panjang Desa Citeko Kecamatan Cisarua, Wakil Bupati Bogor Iwan Setiawan mengungkapkan meski berada di atas lahan milik PTPN mereka para korban adalah juga warga kabupaten Bogor. 

Tidak hanya warga Citeko saja yang rumahnya rusak akibat angina putting , 6 warga desa Cibereum Cisarua juga mengalami kondisi serupa.  Iwan Setiawan mengungkapkan kawasan Citeko sebenarnya bukan kawasan yang rawan bencana angina putting beliung dan longsor di lihat dari kontur dan mitigasi bencana.

Bantuan berupa tikar, beras, pakaian dan obat obatan serta perlengkapan mandi tersebut dberikan secara simbolis kepada warga kampong Citeko Panjang Desa Citeko serta warga Desa Cibereum Kecamatan Cisarua Bogor.

"Ini kawasan perlintasan jalan alternatif ke Taman Safari ya, seharusnya pelaku usaha di sini peka dengan korban bencana alam, ini sulit ya kalau mau di relokasi karena di sini kawasan wisata jadi tidak mungkin kita bisa siapkan lahannya dan baru pertama kejadian seperti ini di sini," ujar Wakil Bupati Bogor Iwan Setiawan, Rabu (23/10/2019)

Kerusakan rumah warga mayoritas pada bagian atap yang kurang kokoh dengan penutup asbes.  Bangunan tersebut adalah bekas bangunan para pekerja kebun tehh gunung mas yang di tempati puluhan tahun oleh para penerus dan keluarganya. Setiap terjadi angin kencang dan hujan deras sejumlah warga pun mengungsi ke sebuah masjid yang ada di lingkungannya. Meski tidak ada korban jiwa maupun luka dalam peristiwa angina putting beliung yang terjadi pada senin sore 23 oktober tetap menjadi bagian dari satkorlak kebencanaan untuk di sikapi.

Kepala Bidang Kedaruratan BPBD kabupaten Bogor Raya Alfajar menambahkan perubahan cuaca dari musim kemarau ke penghujan memiliki pengaruh terhadap peristiwa tersebut.

"Informasi dari BMKG ini kalau siang udaranya panas selama satu pekan terakhir dan itu adalah dampak dari perubahan cuaca, kita sudah membentuk Desa Siaga Bencana Di Sini dan sudah ada poskonya jadi yang penting adalah menyelamatkan nyawa kalau fisik rumah tidak bisa kita elakan pasti terjadi," kabid kedaruratan Raya  Alfajar menambahkan.

Di lokasi bencana sendiri telah terbangun posko kesiap siagaan dari Koramil Cisarua di salah satu masjid di kampung Citeko Panjang. Posko tersebut akan menjadi sub komando jika terjadi ancaman bencana baik longsor, angin puting beliung dan banjir. 

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00