• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Kumham

Kejari Kantongi Nama Calon Tersangka Kasus Korupsi Pembangunan Puskesmas Sulamadaha

23 October
17:10 2019
0 Votes (0)

KBRN, Ternate: Setalah meningkatkan status kasus dugaan tindak pidana korupsi pembangunan gedung puskesmas Sulamadaha, Kecamatan Ternate Barat, Provinsi Maluku Utara (Malut) dari penyelidikan ke tahap penyidikan oleh tim Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Negeri (Kejari) Ternate pada beberapa waktu lalu, kini tim Pidsus Kejari Ternate terus melakukan pemeriksaan sejumlah Saksi untuk melengkapi berkas perkara kasus tersebut.

Bahkan kepala dinas kesehatan Kota Ternate dan mantan kepala dinas juga telah dimintai keterangan tambahan setelah kasus tersebut ditingkatkan oleh tim penyidik.

“Sejumlah saksi suah kita mintai keterangan kembali untuk BAP penyidikan,” ungkap Kasi Pidsus Kejari Ternate, Adri E, Pontoh saat dikonfirmasi Reporter RRI di ruang kerjanya, Rabu (23/10/2019).

Adri menambahkan, dengan pemeriksaan sejumlah saksi pasca ditingkatna status dalam kasus tersebut, sudah kurang lebih 7 orang saksi dimintai keterangan termasuk mantan Kadinkes dan Kadinkes aktif.

“Mereka yang kita panggil untuk dimintai keterangan itu terkait dengan fungsi dan tugas masing-masing saja,” akunya.

Dari pemanggilan saksi tersebut lanjut Adri, masih sebagian saksi yang belum hadir panggilan penyidik karena bertepatan dengan waktu kesibukan mereka masing-masing.

“Kita masih menunggu lagi konfirmasi dari beberapa yang belum hadir untuk kita lakukan pemnggilan lagi,” tuturnya.

Adri mengaku, untuk saksi yang masih belum dilakukan pemanggilan diantaranya konsultan, pengawasan, serta direksi lapangan dari dinas Pekerjaan Umum (P.U) Kota Ternate.

“Direksi lapangan itu kita panggil hari ini dan kapasitasnya karena dia diperbantukan dalam proyek tersebut,” jelasnya.

Dirinya juga menambahkan, utnuk kerugian Negara dalam kasus tersebut masih belum dilakukan permintaan penghitungan ke BPKP karena masih terfokus dengan pemeriksaan saksi lainya.

“Kalau saksi semua sudah kita lengkapi baru kita layangkan permintaan penghitungan kerugian Negara ke BPKP,” tutunya.

Sejauh ini dalam kasus tersbeut, pihaknya telah mengantongi calon tersangka dalam kasus tersebut, bahkan calon tersangka yang dikantongi itu lebih darti satu orang.

“Kalau itu memang sudah kita kantongi hanya saja belum bisa diumumkan karena belum kita kantongi kerugian Negara secara jelas,” ucapnya.

Untuk mengungkap secara jelas kasus tersebut, dalam waktu dekat pihaknya akan kembali menghadirkan saksi ahli dari poltek Mando untuk pemeriksaan lanjutan di tahap penyidikan.

“Mereka akan datang dalam waktu dekat dan kita minta karena ini sudah naik ke tahap penyidikan,” ungkapnya lagi.

Sebelum tim Pidsus Kejari Ternate telah melakukan pemeriksaan terhadap Kadis Kehatan Kota (Kadinkes) Ternate Fatiya Suma dan mantan Kadis Nurbaity Rajabessy pada (26/8/2019) berdasarkan surat perintah penyelidikan nomor : print-01/Q.2.10/D.2.1/07/2019 tanggal 30 Juli 2019. 

Pembangunan proyek Puskesmas Sulamadaha dibawah tanggungjawab Dinas Kesehatan Kota Ternate yang bersumber dari APBD tahun 2016 dengan pagu proyek kurang lebih senilai Rp 2,1 miliar yang dilaksanakan oleh PT.Putra Angga Pratama.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00