• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Nasional

Dialog Lintas Agama Indonesia–Serbia Berlangsung di Yogyakarta

23 October
17:06 2019
0 Votes (0)

KBRN, Yogyakarta: Hari Rabu (23/10/2019) di Yogyakarta dimulai dialog ke-4 lintas agama antara delegasi Indonesia dan delegasi Serbia.

Untuk keempat kalinya delegasi dari Indonesia dan Serbia bertemu dalam dialog lintas agama, dan kali ini berlangsung di Yogyakarta.

Topik utama Dialog lintas agama ke-4 adalah Sustaining Peace and Harmony, Engaging Youth, Women and Media, atau Mempertahankan Perdamaian dan Keselarasan, serta Mempererat Hubungan antar Pemuda, Perempuan dan Media kedua negara.

Ketua Delegasi Serbia Mirko Cikiriz yang juga Sekretaris Kementerian Kehakiman Serbia, melalui seorang penertemah mengatakan, dialog lintas agama antara Serbia dan Indonesia sejauh ini berlangsung sangat baik karena berbagai kesamaan misi dan pandangan yang dimiliki kedua negara bersahabat. Delegasi Serbia terdiri perwakilan komunitas agama-agama di Serbia.

“Kami melihat Indonesia sebagai sahabat sekaligus sekutu. Karena kami berbagi penilaian yang sama, dasar-dasar yang sama yaitu sebagai negara hukum dan dasar-dasar yang sama dibawah piagam PBB. Dan kami berharap hubungan Indonesia-Serbia akan semakin erat dan berkembang. Bahkan delegasi Serbia merasa seolah berada di negara sendiri ketika tiba di Indonesia”, sebut Mirko Cikiriz kepada waartawan disela dialog ke-4 lintas agama kedua negara di Yogyakarta, Rabu siang (23/10/20119).

Sementara itu Duta Besar Indonesia untuk Serbia dan Montenegro Mochamad Chandra Widya Yudha mengatakan, Serbia merupakan negara sahabat di kawasan Balkan yang penting bagi Indonesia. Kedua negara sama-sama negara plural dengan berbagai agama yang hidup secara berampingan.

“Indonesia dan Serbia memiliki karater yang sama ya, kita sama-sama negara pluralis, beragam agamanya ada Islam, Kristen Orthodox, Katolik, dsb. Kita ingin berbagi pengalaman dan juga saling memberikan pandangan bagaimana merawat keberagaman ini, terlebih Indonesia dengan 200 juta lebih penduduk yang beragam”, jelas Dubes Widya Yudha, yang menambahkan  bahwa lintas agama merupakan bagian dari soft public diplomacy bagi Indonesia.

Sedangkan dosen pada Konsorsium Studi Agama-agama, CRCS Universitas Gajah Mada Dicky Sofyan menilai positif terselenggaranya dialog lintas agama-agama antara Indonesia dan Serbia. Menurut Dicky, lintas agama merupakan bagian penting dari soft diplomacy.

“Saya senang bahwa kian hari pihak Kemlu kita itu semakin menyadari betaapa pentingnya interfaith (lintas agama) sebagai bentuk dari Public Diplomacy. Karena Indonesia kan mauk sebagai negara Muslim terbesar di dunia dan tentu mereke punya kepentingan untuk  mengarus-utamakan toleransi, pluralisme, dsb. Yang menarik bagi saya adalah, di forum dialog ini mereka menggunakan isu-perempuan sebagai topik utamanya”, kata Dicky Setiawan, pakar lintas agama.

Setelah melakukan dialog dalam suatu forum diskusi panel hari Rabu, delegasi dari Serbia akan mengadakan kuliah umum di Universitas Islam Indonesia Yogyakarta, diskusi dengan komunitas Gereka Orthodox Yogyakarta  serta megunjungi sejumlah situs religi seperti  Masjid Gedhe Kauman dan Candi Borobudur.  

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00