• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Politik

Aboebakar Alhabsyi Apresiasi Kabinet Baru Joko Widodo

23 October
12:59 2019
0 Votes (0)

KBRN, Jakarta: Politikus Partai Keadilan Sejahtera di DPR, Aboebakar Alhabsyi mengapresiasi susunan Kabinet yang diumumkan Presiden Joko Widodo beberapa saat lalu. 

Dari, 38 menteri sebanyak 21 berasal dari kalangan profesional. 

“Ini berarti setidaknya ada 55% para menteri berasal dari kalangan profesional, sedangkan yang sisanya sebanyak 45% berasal dari partai politik,” ujarnya kepada wartawan Di Gedung DPR, Rabu (23/10/2019).

“Tentunya ini tidak dalam dikotomi keduanya, karena bisa jadi yang dari partai politik juga profesional dibidangnya,” tambahnya.

Ketua DPP PKS yang digadang-gadang jadi Ketua Mahkamah Kehormatan Dewan DPR ini juga mengapresiasi diambilnya nama nama profesional yang sangat jauh dari dunia politik.

“Seperti penunjukan dr Terawan sebagai Menkes, Wisnutama sebagai Menteri Pariwisata dan Industri Kreatif, Eric Thohir sebagai Menteri BUMN,” ujarnya.

Bisa jadi, sambung dia, banyak ide besar dan kreatif yang mereka bawa untuk mengembangkan kementerian. Dirinya menilai pengangkatan mereka  adalah langkah berani dari presiden yang bisa membawa harapan baru bagi masyarakat.

Lebih jauh Wakil rakyat dapil Kalsel I ini juga mengungkapkan, beberapa nama menteri yang diperkenalkan presiden adalah para incumbent yang selama ini memang telah diakui kemampuannya mengelola kementerian, misalkan saja, Sri Mulyani di Kementerian Keuangan, Retno Marsudi di Kementerian Luar negeri. 

“Nama-nama tersebut pasti tidak akan diragukan oleh publik, karena selama ini dinilai memiliki kinerja yang baik,” tandasnya.

Namun demikian, pria yang akrab disapa Habib ini menyoroti Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim. 

Pengangkatannya sebagai Mendikbud, akan dipertanyakan publik terutama bertanya latar belakang penunjukan pebisnis sebagai menteri pendidikan. 

Secara pribadi, Aboebakar tidak meragukan kemampuan Nadiem Makarim dalam mengelola bisnis. Namun, kata dia, tak salah juga jika dirinya mengkhawatirkan nasib dunia pendidikan Indonesia kedepan. 

“Ini akan dilihat seperti ada gambling pada dunia pendidikan kita. Padahal ini adalah sektor yang sangat menentukan masa depan bangsa,” demikian Aboebakar.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00