• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Sigap Polri

Polres Subang Amankan 14 Tersangka Pengedar dan Pengguna Narkoba

22 October
17:37 2019
1 Votes (5)

KBRN, Subang : Satuan Reserse Narkoba Polres Subang berhasil mengamankan 14 tersangka pengedar, dan pengguna penyalahgunaan narkoba jenis sabu-sabu dan ganja.

Kapolres Subang AKBP Teddy Fanani didampingi Kasat Resnarkoba Polres Subang AKP IGN Wahyu Agung MG mengungkapkan, 14 tersangka tersebut diamankan setelah polisi melakukan pengungkapan perkara penyalah gunaan narkoba, yang dilakukan selama bulan September 2019.

Para tersangka yang diamankan itu dari 11 perkara di beberapa TKP, yang di antaranya di wilayah Kecamatan Ciasem, Blanakan, Tambakdahan dan Pabuaran.

“Dari 11 perkara tersebut, kita amankan 14 orang tersangka yang terdiri dari 12 orang tersangka penyalahgunaan narkoba berjenis sabu-sabu dan 2 orang tersangka penyalahgunaan narkotika jenis ganja,” kata Kapolres Subang AKBP Teddy kepada wartawan di Subang, Selasa (22/10/2019).

Dari ke 14 tersangka itu kata Teddy, polisi juga mengamankan barang bukti berupa sabu-sabu 200 gram, dan narkotika jenis ganja 45,89 gram, 1 bungkus rokok gudang garam, 6 buah handphone, 1 buah box nasi, 1 bungkus rokok sampurna mild, 5 perangkat alat hisap atau bong, korek api gas, 1 bungkus rokok clasmild, 1 unit motor NMAX dan 1 buah helm.

"Selain 14 tersangka yang kami amankan, kami juga berhasil menyita sejumlah barang bukti dari tangan para tersangka," terangnya.

Sementara itu dikatakan Kaspolres, pasal yang di sangkakan terhadap para tersangka yakni, pasal 114 ayat 2 jo pasal 112 ayat 2 acaman hukuman minimal 6 tahun maksimal 20 tahun atau seumur hidup. Pasal 114 ayat 1 jo pasal 112 ayat 1 ancaman hukuman minimal 5 tahun, maksimal 20 tahun dan bisa digunakan pasal 114 ayat 1 jo pasal 111 ayat 1 ancaman hukuman minimal 4 tahun dan maksimal 20 tahun penjara.

"Para tersangka terancam hukuman badan minimal 4 tahun, maksimal 20 tahnun penjara," tegas Teddy.

Menurut Teddy, polisi sempat terkecoh karena para tersangka menggunakan cara baru dalam menyembunyikan barang bukti narkoba.

“Ini istilah dari rekan-rekan penyidik narkoba itu sistim tempel. Jadi pemesanan via ponsel, kemudian janjian nanti diambil di tiang listrik. Narkoba ditempel di tiang listrik atau ditempel di dinding. Disini nanti dia datang jadi makanya pengembangannya terputus karena orang yang menghubungi ini selalu setiap hari berganti ganti nomor handphone, setelah itu ganti lagi ganti lagi, diakhir atau putus barang buktinya ditempel di dinding,” pungkasnya.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00