• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Nasional

Calon Jaksa Agung Dinilai Harus dari Kalangan Profesional dan Independen

22 October
13:36 2019
0 Votes (0)

KBRN, Jakarta : Penegakan hukum di Indonesia perlu dipimpin oleh tokoh yang memiliki kompetensi yaitu kalangan profesional, dan bukan dari kalangan Partai Politik (Parpol) untuk menjaga independensi. Peneliti Indonesia Judisial Reserch Society (IJRS), Josua Satria Collins mengungkapkan pentingnya Jaksa Agung dari kalangan profesional dan independen, serta mempunyai rekam jejak anti korupsi.

Josua Satria menyebut independensi Jaksa Agung sangat penting untuk memastikan penegakan hukum tidak diintervensi oleh pihak mana pun. Selain itu, dengan jumlah Satker lebih dari 500 Satker di Indonesia juga perlu mempunyai kapasitas manajerial dan pengembangan SDM penegakan hukum.

"Rekam jejak anti korupsi yang baik karena korupsi masalah besar Indonesia, kompetensi penegakan hukum profesional, kapasitas manajerial dan pengembangan SDM, catatan IJRS masih pada penyusunan anggaran dan SDM," ungkap Josua Satria kepada RRI usai Diskusi mencari Jaksa Agung Profesional dan Independen di Jakarta, pada Selasa (22/10/2019).

Josua Satria juga menyoroti sistem penuntutan Kejaksaan Agung yang harus dirubah terkait fungsi jaksa sebagai filter penegakan hukum di pengadilan. Menurutnya filter sistem penuntutan harus dilakukan agar lebih efisien proses peradilan dari Kejati, Kejari hingga ke Mahkamah Agung.

"Jaksa Agung ini perlu merubah merevisi sistem penuntutan mereka, pola pikir Kejaksaan saat ini dikit dikit bawa ke Pengadilan atau Mahkamah Agung, padahal Jaksa ini perannya filter dari Kepolisian, distop kalau tidak layak dibawa ke persidangan, seperti kasus Baiq Nuril yang harusnya tidak dilanjutkan," kata Josua Satria.


tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00