• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Tanggap Bencana

Karhutla Melanda Desa Batur Kintamani yang Sejuk dan Dingin

20 October
20:54 2019
0 Votes (0)

KBRN, Jakarta : Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) yang aneh, karena tiba-tiba terjadi di kawasan sejuk dan dingin, yakni Desa Batur, Kintamani, Bangli, Provinsi Bali sejak Sabtu, 19 Oktober 2019, dan meluas hingga Minggu, 20 Oktober 2019.

Menurut warga setempat, kebakaran tiba-tiba terjadi pada Sabtu kemarin, sekitar pukul 10.00 WIB sore. Akibat lemahnya penanganan, hanya mengandalkan warga setempat saja, kebakaran meluas hingga hari ini dan telah melahap puluhan hektar lahan dan daerah hutan di kawasan obyek wisata Gunung Batur.

Kemampuan pemadaman dari warga setempat adalah dengan menggunakan alat penyemprot tanaman yang tidak bisa memadamkan api sampai ke titik pusatnya. Lahan pepohonan hasil penghijauan juga sudah habis dilumat api. Dan mirisnya, hingga Minggu siang warga tetap berjibaku untuk pemadaman dengan 'bersenjatakan' alat penyemprot tanaman. 

Sangat berbahaya apabila kebakaran sampai meluas lagi, mengingat kawasan Gunung Batur, Desa Batur, sampai ke lahan di kawasan Danau Batur, merupakan obyek wisata bersejarah bukan saja untuk warga setempat, akan tetapi bagi seluruh masyarakat Bali.

Kawasan Wisata Batur Sejuk dan Dingin

Berdasarkan data yang dihimpun, obyek wisata kawasan Batur terletak di Desa Batur, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Daerah Tingkat II Bangli, Provinsi Bali. Permukaan laut dengan suhu udaranya berhawa sejuk pada siang hari dan dingin pada malam hari. Obyek wisata ini dapat dilalui dengan kendaraan bermotor, karena lokasi ini menghubungkan Kota Bangli dan Singaraja. Sedangkan dari rute wisata, kawasan Batur terhubung dengan Tampaksiring dan Pura Besakih.

Sebagai destinasi wisata, fasilitas yang ada juga terbilang lengkap, mulai tempat parkir, rumah makan, restoran, penginapan, toilet, wartel, serta warung-warung minuman dan makanan kecil. Fasilitas angkutan umum dan angkutan penyeberangan juga tersedia.

Kawasan Batur ramai dikunjungi wisatawan mancanegara dan nusantara. Kunjungan yang paling menonjol sekitar Agustus, Desember, saat menyambut Tahun Baru dan suasana Tahun Baru. Demikian pula pada Hari Raya Galungan, Idul Fitri dan Hari Raya Natal, bahkan sering dikunjungi oleh tamu negara baik dari pusat maupun direct dari luar negeri.

Potensi Wisata Kawasan Batur Sampai Keunikan Terunyan

Seperti dilansir wikipedia, potensi wisata kawasan ini adalah pemandangan pegunungan yang unik dan menakjubkan. Berjarak kira-kira dua jam perjalanan dari Kota Denpasar, tepatnya di tempat yang disebut Penelokan, yang sesuai dengan namanya dalam bahasa Bali yang berarti tempat untuk melihat-lihat, merupakan lokasi paling strategis untuk menikmati pemandangan alam di kawasan wisata ini. Penelokan terletak di Kedisan, salah satu desa di Kecamatan Kintamani.

Dari Penelokan, bisa menyaksikan pemandangan menakjubkan. kombinasi antara Gunung Batur beserta hamparan bebatuan hitam dengan Danau Batur yang berbentuk bulan sabit berwarna biru di sebuah kaldera. Oleh para wisatawan asing, dikatakan sebagai kaldera terindah di dunia. Penelokan sudah mempunyai infrastruktur yang cukup memadai sebagai tempat wisata, antara lain penginapan maupun restoran.

Dari Penelokan, ada dua alternatif untuk melanjutkan perjalanan di Kintamani. Pertama, bisa melanjutkan ke arah utara menuju Desa Batur. Di desa ini turis bisa berkunjung ke salah satu pura kahyangan jagat di Bali yang bernama Pura Batur. Awalnya pura ini berada di sebelah barat daya Gunung Batur yang kemudian dipindahkan bersamaan dengan kepindahan warga desa ke bagian atas.

Alternatif kedua, bisa turun ke pusat Desa Kedisan untuk selanjutnya menyeberang melintasi danau ke sebuah desa tua bernama Terunyan. 

Keunikan Desa Terunyan, berisi peradaban Bali kuno yang disebut Bali Aga, dimana di desa ini, orang-orang yang sudah meninggal tidak dikubur tetapi diletakan polos tanpa pengawet di bawah sebuah pohon. Luar biasa, tidak ada sedikitpun aroma bau menyengat yang muncul akibat mayat-mayat tersebut.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00