• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Nasional

Inilah 5 Poin Misi Presiden Jokowi

20 October
17:30 2019
0 Votes (0)

KBRN, Jakarta: Presiden Joko Widodo mengatakan ada empat poin yang akan menjadi misi dalam 5 tahun ke depan pemerintahannya yang akan berlangsung untuk kedua kalinya.

Seperti pada poin pertama, pembangunan SDM akan menjadi prioritas utama dalam membangun SDM yang pekerja keras, yang dinamis. Membangun SDM yang terampil, menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi dan engundang talenta-talenta global untuk bekerja sama dengan Indonesia.

"Itupun tidak bisa diraih dengan cara-cara lama, cara-cara baru harus dikembangkan. Kita perlu endowment fund yang besar untuk manajemen SDM kita. Kerja sama dengan industri juga penting dioptimalkan. Dan juga penggunaan teknologi yang mempermudah jangkauan ke seluruh pelosok negeri," ujarnya, Jakarta, Minggu (20/10/2019).

Kemudian dalam poin kedua, ia mengatakan bahwa pembangunan infrastruktur akan dilanjutkan. Infrastruktur yang menghubungkan kawasan produksi dengan kawasan distribusi, yang mempermudah akses ke kawasan wisata, yang mendongkrak lapangan kerja baru, yang mengakselerasi nilai tambah perekonomian rakyat.

Kemudian ketiga, menurutnya segala bentuk kendala regulasi harus disederhanakan, bahkan menurutnya harus dipotong dan dipangkas. Pemerintah akan mengajak DPR untuk menerbitkan 2 undang-undang besar seperti UU Cipta Lapangan Kerja dan UU Pemberdayaan UMKM.

Ia menerangkan bahwa masing-masing UU tersebut akan menjadi Omnibus law, yaitu satu UU yang sekaligus merevisi beberapa UU, bahkan puluhan UU. Puluhan UU yang menghambat penciptaan lapangan kerja langsung direvisi sekaligus. Puluhan UU yang menghambat pengembangan UMKM juga akan langsung direvisi.

"Keempat, penyederhanaan birokrasi harus terus kita lakukan besar-besaran. Investasi untuk penciptaan lapangan kerja harus diprioritaskan. Prosedur yang panjang harus dipotong. Birokrasi yang panjang harus kita pangkas," tuturnya.

Ia menerangka bahwa penyederhanaan Eselonisasi harus dieksekusi karena menurutnya eselon I, eselon II, eselon III, eselon IV dianggap terlalu banyak dan diminta untuk disederhanakan menjadi 2 level, diganti dengan jabatan fungsional yang menghargai keahlian, menghargai kompetensi.

Ia juga meminta kepada para menteri, para pejabat dan birokrat, agar serius menjamin tercapainya tujuan program pembangunan. Bagi yang tidak serius, ia menegaskan tidak akan memberi ampun dan dipastikan, akan langsung dicopot.

"Pada akhirnya, yang kelima adalah transformasi ekonomi. Kita harus bertransformasi dari ketergantungan pada sumber daya alam menjadi daya saing manufaktur dan jasa modern yang mempunyai nilai tambah tinggi bagi kemakmuran bangsa demi keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia," pungkasnya.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00