• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Budaya dan Wisata

Keragaman Budaya dan Kearifan Lokal di ‘Festival Pesona Jogja’

19 October
20:06 2019
0 Votes (0)

KBRN, Yogyakarta : Warga masyarakat Yogyakarta sepanjang siang hingga petang pada Sabtu 19 Oktober 2019, mendapat hiburan menarik di sejumlah titik. Beberapa hiburan itu antara lain Festival Pesona Lokal Jogja yang diselenggarakan atas kerjasama Kementerian Pariwisata, dengan RCTI dan PT Adira Finance berlangsung di di Alun-alun Utara, menghadirkan berbagai ragam budaya dan kearifan lokal Yogyakarta dan Jawa Tengah.

Panitia Festival yang juga Direktur Utama Adira Finance, Hafid Hadeli menyatakan senang pihaknya dapat menggelar Festival Pesona Lokal untuk pertama kalinya di Yogyakarta menampilkan kekayaan budaya dan kearifan lokal.

“Semoga kegiatan yang bertajuk Rasakan Sensasi Pesona Lokal ini semakin menumbuhkan rasa cinta terhadap budaya lokal dan juga peran aktif kita semua untuk turut serta mempromosikannya,” kata Hafid, di sela-sela acara, Sabtu (19/10/2019) sore.

Kegiatan itu, menurut Hafid, diisi dengan berbagai perlombaan dan  hiburan  untuk  masyarakat,  dan salah satu kegiatan yang menarik perhatian adalah Parade Karnaval Budaya yang diikuti oleh lebih dari 700 peserta.

“Selain  Parade  Karnaval Budaya,  juga digelar Lomba Tari Lokal Kontemporer  yang  diikuti sekitar  100 peserta, Lomba Desain Motif Khas Lokal Kontemporer pada media desain topeng kayu dengan jumlah 30 peserta, dan Kompetisi ala Selebgram Lokal yang diikuti oleh para pengunjung,” jelasnya.

Hiburan lainnya adalah 'Parade Merah Putih dari Yogya untuk Indonesia' yang dilaksanakan di sepanjang jalan Malioboro dengan titik start halaman DPRD DIY dan berakhir di halaman Benteng Vredeburg Yogyakarta.   

Koordinator Parade Merah Putih, Widihasto Wasana Putra mengatakan bahwa parade budaya ini merupakan salah satu upaya memperkokoh persatuan dan kesatuan masyarkat, dalam rangka menyambut pelantikan Presiden dan Wakil Presiden

“Tak ada jalan lain kecuali seluruh komponen bangsa bergotong royong, bahu membahu memperkuat semua lini kehidupan khususnya dalam rangka memantabkan stabilitas sosial politik dan keamanan serta penciptaan iklim ekonomi yang kondusif,” jelasnya.

Dalam parade tersebut ditampilkan empat gunungan berupa rangkaian makanan dan jajanan, diantaranya, gunungan Bakpia dari Yogya, Salak dari Sleman, Geplak dari Bantul, serta Gunungan Sayuran dan buah-buahan, untuk selanjutnya diperebutkan bagi para pengunjung.

Widihasto menegaskan, Yogyakarta dengan budayanya diharapkan mampu menyatukan kembali berbagai lapisan masyarakat di tengah kondisi negara yang tidak stabil.

“Harapan saya biar istimewa selamanya, biar tentram, nggak ada apa2, syukur generasi penerus yang melestarikan budaya, “ pungkasnya.

Selain Festival Pesona Lokal Jogja dan Parade Merah Putih, warga juga disuguhi hiburan dengan digelarnya ‘Grebeg Pasar Jogja’ yang dimulai dari Pasal Sentul menuju Jalan Ipda Tut Harsono.

Banyaknya event bernuansa tradisionak dan budaya tersebut membuat sejumlah ruas jalan mengalami kemacetan, namun semua dapat terkendali berkat pengaturan dan kesigapanjajaran kepolisian.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00