• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Nasional

Kata-Kata Terakhir Mereka untuk Jokowi

18 October
21:08 2019
0 Votes (0)

KBRN, Jakarta : Bekerja untuk pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla rupanya meninggalkan kesan tersendiri bagi para menteri di Kabinet Kerja. Bahkan, mereka sampai memiliki pemikiran bahwa mereka tidak boleh kalah gesit dari sang Kepala Negara. 

Usai menghadiri silaturahmi akhir bersama Presiden dan Wakil Presiden di Istana Negara, beberapa menteri mengungkapkan kesan-kesan mereka bekerja sama dengan Presiden Jokowi dan Wapres JK. 

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimulyono contohnya. Dirinya melihat sosok Jokowi adalah sosok yang tidak dapat ditebak, tidak biasa, dan bahkan suka ingin bebas dari aturan protokoler. 

"Beliau adalah unusual, unpredictable, dan decision maker paling cepat. Salah satunya tidak ingin terikat pada aturan protokoler. Selain itu beliau juga mendukung inovasi dalam banyak hal, jadi tidak hanya inovasi dalam hal tertentu saja," Ujar Menteri Basuki.

Lain dengan Pak Basuki, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan yang menjadi satu-satunya menteri yang mengisi beberapa jabatan penting di kabinet Jokowi, mengungkapkan bahwa dirinya cukup sering turun ke lapangan bersama dengan Presiden Jokowi. Bahkan Menko Luhut sampai menuturkan bahwa kesan beliau terhadap Presiden Jokowi begitu istimewa. 

"Hebat, Sederhana, Enak untuk Gaul dengan Beliau." Ujar Luhut singkat.

Menteri Keuangan Sri Mulyani memiliki jawaban lain terkait kesannya bekerja di Kabinet Jokowi. Bagi mantan Direktur Bank Dunia itu, baik Presiden Jokowi maupun Wapres JK merupakan dua sosok pimpinan yang gesit, sehingga turut memaksa dirinya untuk bergerak dan berpikir lebih cepat dari kedua pimpinannya. 

"Mungkin kalau dilihat, Presiden dan Wapres, dua-duanya orang yang sangat rajin pergi ke lapangan. Jadi dari kita para menteri tidak bisa hanya bekerja di belakang meja dan bicara tentang policy. Ini adalah salah satu tantangan dari sisi stamina. Karena selain memikirkan policy, kita mikirin data, kita harus pergi ke lapangan. Itu adalah salah satu kesan." Ujar Sri Mulyani.

Selain itu, Sri Mulyani juga mengatakan, bahwa di pemerintahan Jokowi - JK, semua kementerian dan lembaga saling terkait satu sama lain, sehingga harus saling kerjasama dengan baik, sesuai dengan yang ditekankan oleh Jokowi dan JK selama ini. 

"Kedua, stamina beliau berdua luar biasa. Jadi sebagai menteri kira harus lebih kuat untuk bisa mengimbangi. Ketiga, saya rasa kita lihat semua masalah di Republik ini kan selalu kait mengkait. Jadi bekerja sebagai tim dari para anggota kabinet sangat penting, dan itu yang sering ditekankan." Tutur Sri Mulyani dengan senyum. 

Di sisi lain, Menteri Ketenagakerjaan Hanif Dakhiri juga tak ingin ketinggalan mengungkapkan kesannya tentang Presiden Jokowi. Baginya, Jokowi adalah sosok yang mengerti banyak persoalan dan selalu fokus pada kerjaan. Bahkan, menurut Hanif, Jokowi adalah seorang pemimpin yang memiliki visi yang jelas. 

"Pak Jokowi ini, beliau ini pemimpin visioner, tahu apa yang harus dilakukan dan sangat fokus orangnya," Tutur Hanif. 

Lima tahun bekerjasama dalam satu kabinet, dipimpin langsung oleh seorang Presiden yang kerap blusukan, menuntut para menteri untuk bekerja lebih keras. Bahkan mereka juga harus siap untuk menerima telpon dari sang Kepala Negara kapan pun waktunya, entah itu Subuh atau bahkan dini hari. Kenangan itu disimpan rapi oleh mereka yang mungkin tidak lagi terlibat di kabinet mendatang. Namun, bagi mereka yang akan ditunjuk lagi untuk menjadi menteri, kerja keras dengan tagline Presiden : "Kerja, Kerja, Kerja" kembali membayangi mereka. Terima kasih dan Selamat Kembali Bekerja, Bapak Ibu Menteri. (PR)

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00