• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Kumham

Mabes Polri: Penyerang Wiranto Juga Suruh Anaknya Tikam Polisi

17 October
22:46 2019
0 Votes (0)

KBRN, Jakarta: Tersangka pelaku penikaman terhadap Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam) Wiranto, Abu Rara ternyata sempat memerintahkan anaknya untuk menyerang polisi yang ada di lokasi kejadian.

Karopenmas Mabes Polri, Brigjen Dedi Prasetyo mengungkapkan, berdasarkan temuan dari penyidik, Abu Rara sempat menyuruh anaknya menyerang polisi dengan pisau berjenis kunai. Pisau jenis yang sama pun digunakan Abu Rara untuk menikam Wiranto.

"Anaknya menggunakan pisau ini (kunai) dan sudah diperintahkan Abu Rara untuk melakukan serangan terorisme kepada kepolisian," ungkapnya di Mabes Polri, Jakarta, Kamis (17/10/2019).

Namun demikian, lanjut Dedi Prasetyo, karena tidak berani atau takut, sang anak yang telah memegang pisau pun tak jadi menyerang polisi yang berjaga.

Yang berani menggunakan pisau itu kata dia hanyalah Abu Rara dan istrinya, Fitri. Saat ini, pisau yang digunakan Abu Rara dan Fitri masih diperiksa oleh tim dari Laboratorium Forensik Mabes Polri.

"Untuk memastikan sampel DNA nya," tukas Dedi Prasetyo.

Perlu diketahui, saat ini Wiranto masih dirawat di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Subroto. Dia dirawat akibat diserang dengan menggunakan senjata tajam oleh Abu Rara. Wiranto mengalami luka tusukan di bagian perut.

Menyusul peristiwa tersebut, pihak kepolisian pun langsung mengamankan Abu Rara dan Fitri. Mereka diduga telah terpapar faham ISIS. Mereka diduga merupakan bagian dari kelompok teroris Jamaah Ansharut Daulah (JAD) yang beberapa waktu lalu ditangkap di kawasan Bekasi, Jawa Barat.

Selain melukai Wiranto di bagian perut, pelaku juga berhasil melukai tiga orang lainnya. Mereka adalah ajudan Wiranto, Kapolsek Menes Pandeglang Kompol Daryanto, dan seorang pegawai Universitas Mathla'ul Anwar. (Foto: Antara/ Indrianto Eko Suwarso)

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00