• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Tanggap Bencana

Banjir di Simeulue, Warga Mulai Mengungsi

17 October
19:46 2019
0 Votes (0)

KBRN, Simeulue : Banjir merendam sejumlah desa di Kecamatan Simeulue Tengah, Kabupaten Simeulue, Aceh sejak Kamis (17/10/2019) dini hari. 

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Simeuleu melaporkan banjir semakin meluas dan warga yang terdampak banjir mulai mengungsi.

Sekretaris BPBD Simeulue Zulfadli kepada RRI mengatakan, banjir merendam Desa Latitik, Desa Lakubang, Desa Lamayang, Desa Sebbe, Desa Laure-e, Desa Luan Sorip dan Desa Wel-Wel.

“Ketinggian air mencapai 20 centimeter hingga satu meter lebih, ada lokasi-lokasi tertentu airnya mencapai ketinggian satu meter lebih. Saat ini sejumlah warga mengunsi ke tempat yang lebih tinggi,” kata Zulfadli. 

Dia menyebutkan, bencana banjir yang merendam pemukiman penduduk di Simeulue disebabkan karena meluapnya sungai Latitik. 

“Karena meluap sungai yang diakibatkan hujan turun di wilayah Simeulue dalam beberapa hari terakhir,” ujar Dia. 

Pihaknya, kata Zulfadli telah mendatangi lokasi banjir yang jaraknya sekitar 63 kilometer dari wilayah perkotaan. 

“Kita melakukan pendataan dan mendirikan dapur umum serta posko untuk pengungsi dan penyaluran bantuan logistic. 

Menurut pendataan BPBD sebanyak 171 orang warga atau 42 kepala keluarga (KK) terdampak dari musibah banjir. 

Musibah banjir ini juga menyebabkan satu unit pusat pelayanan terpadu (Posyandu), kantor desa, masjid, gedung balai pertemuan masyarakat di Kecamatan Simeulue Tengah terendam air.

Informasi terkini dilaporkan banjir belum surut sejak Pukul 06.53 WIB tadi pagi. Kondisi cuaca masih berpotensi hujan. Sementara estimasi kerusakan dan kerugian masih menunggu tim di lapangan yang tengah melakukan kaji cepat di lapangan. 

"Saat ini ada sebagian warga yang sudah mengungsi ke tempat yang lebih tinggi. Namun kita melakukan pemantauan di lokasi apakah nanti dibuat dapur umum atau posko penampungan pengungsi," ujarnya. (Foto : Dok BPBD)

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00