• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Kumham

Ini Penyebab Protes Berujung Anarkis di Penajam Paser Utara

16 October
23:45 2019
0 Votes (0)

KBRN, Jakarta : Polda Kalimantan Timur (Kaltim) dalam hal ini Kabid Humas Kombes Pol Ade Yaya Suryana sudah membenarkan aksi anarkis menjurus kerusuhan yang melanda Penajam, Paser Utara, Kaltim, Rabu (16/10/2019) siang.

Kerusuhan berawal dari aksi protes massa yang mencari-cari pelaku pembunuhan terhadap seorang warga setempat, yang sebenarnya sedang diproses kepolisian.

Berikut kronologis kejadian sejak awal:

Korban CH (19) dan RN (18) baru saja selesai main sepak bola di lapangan futsal Penajam, Paser Utara. Keduanya lantas pulang dengan mengendarai sepeda motor sambil menarik-narik gas dengan sengaja hingga menimbulkan suara bising dan mengganggu orang lain pada Rabu, 9 Oktober 2019 lalu.

Melihat dan mendengar kebisingan yang dilakukan korban, pelaku (Ri) naik pitam lantas mendatangi CH dan RN kemudian mengajak dua remaja tersebut duel di Pantai Nipah-Nipah di malam hari.

Menjawab tantangan pelaku, korban datang ke Pantai Nipah-Nipah pada Rabu malam. Namun betapa terkejutnya korban CH dan RN, karena ternyata pelaku datang dengan membawa teman-temannya. Walau tak diketahui persis jumlahnya, pokoknya banyak sekali.

BACA JUGA: Aksi Protes Urusan Keluarga Tapi Bakar Fasilitas Publik

Singkat cerita, dibantu rekan-rekannya, pelaku akhirnya berhasil melukai korban CH dan RN dengan senjata tajam. Setelah itu, pelaku melarikan diri ke Kota Balikpapan.

Sementara CH dan RN dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan. Akan tetapi nahas bagi CH (19), ia tidak mampu bertahan dan meninggal dunia akibat luka parah di bagian perut. Sedangkan RN (18) masih selamat walaupun menderita luka parah di pinggang kiri.

Karena kejadian sudah dilaporkan, polisi langsung melakukan pengejaran hingga diketahui pelaku lari ke Balikpapan. Setelah berkoordinasi antar daerah, akhirnya pelaku (Ri) berhasil diringkus jajaran Satreskrim Polres Balikpapan.

Seluruhnya, polisi berhasil menangkap tiga orang termasuk pelaku yang melukai korban. Bahkan kepada polisi, pelaku Ri sudah mengakui perbuatannya dan siap mempertanggungjawabkan di hadapan hukum.

"Ri langsung diamankan karena mengakui perbuatan terhadap korban CH dan RN," demikian keterangan Kasat Reskrim AKP Dian Puspitosari.

Beberapa hari kemudian, tepatnya Rabu, 16 Oktober 2019, ratusan massa nampak berkumpul di Pelabuhan Penajam Paser Utara (PPU) sambil membawa senjata tajam. Mereka mencari-cari keluarga pelaku Ri sambil melakukan perusakan fasilitas publik di dalam area pelabuhan. (Foto: detikcom)

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00