• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Kumham

KPK Lakukan OTT Sebanyak 128 Kali Sejak 2005

16 October
10:18 2019
1 Votes (5)

KBRN, Jakarta : Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebelumnya diberitakan telah mengamankan Dzulmi Eldin, Wali Kota Medan. Penangkapan Dzulmi Eldin dikakukan KPK saat melakukan kegiatan penindakan di lapangan.

Kabiro Humas KPK Febri Diansyah kepada wartawan di Jakarta menjelaskan penangkapan Dzulmi Eldin merupakan OTT ke 128 yang pernah dilakukan KPK sejak 2005.

"Total sejak 2005 hingga saat ini, KPK sudah melakukan 128 OTT yang dilakukan KPK, perinciannya 2 OTT yang terbaru menurut rencana akan disampaikan hasilnya pada hari Ini, sedangkan 126 OTT sebelumnya sudah naik ke penyidikan," kata Kabiro Humas KPK Febri Diansyah kepada wartawan, Rabu (16/10/2019).

Menurut Febri, total ada 444 tersangka dari 126 OTT KPK kasus korupsi yang sudah diproses KPK. Febri mengatakan OTT tidak disukai para pejabat yang melakukan korupsi  karena tidak bisa diprediksi oleh mereka.

Saat ditanya wartawan di Jakarta, Febri menjelaskan bahwa OTT yang dikakukan KPK ini memang tidak disukai oleh para pejabat yang melakukan praktik korupsi.

“OTT KPK sifatnya seketika terjadi tanpa bisa diperkirakan oleh mereka, selain itu  proses penyidikan hingga persidangan juga berlangsung cepat dan terukur, jadi kesempatan untun menghilangkan atau mengaburkan barang bukti juga lebih sulit,” kata Febri kepada wartawan.

Selama ini kegiatan penindakan di lapangan atau OTT KPK itu dilakukan berdasrakan landasan hukum yaitu Undang-Undang (UU) Nomor 30 Tahun 2002 tentang KPK sebelum direvisi oleh Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia.

Sedangkan dalam UU KPK yang telah disahkan DPR itu banyak dikritik karena dianggap melemahkan KPK. Berdasrkan UU yang baru itu kemungkinan bisa membuat KPK tidak bisa melakukan OTT.

Hal ini terjadi karena kegiatan penyadapan hingga penggeledahan yang akan dilakukan KPK harus melalui izin atau sepengetahuan Dewan Pengawas. 


tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00