• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Tanggap Bencana

Sampah Bambu Sungai Cikeas Berbahaya, Bisa Jadi Bencana

15 October
15:57 2019
0 Votes (0)

KBRN, Jakarta : Keadaan Sungai Cikeas di kawasan Jatiasih, Bekasi, Jawa Barat, nampak sangat memprihatinkan dan jorok sekali, Selasa (15/10/2019).

Petugas kebersihan gabungan nampak masih berupaya membersihkan sampah bambu dan lain sebagainya yang menyumbat aliran sungai tersebut hingga tadi siang. Sekitar 1.200 meter kubik sampah diduga menyumbat aliran air sungai Cikeas sehingga nampak kumuh sekali.

Sampah yang menumpuk luar biasa itu ternyata sudah terpantau sejak beberapa hari lalu, tepatnya mulai Kamis, 10 Oktober 2019 lalu.

Dugaan kuat sementara ini, dari 1.200 meter kubik sampah kayu bambu dan lain sebagainya yang menyumbat aliran sungai Cikeas, 50 persen berasal dari Bogor. Kemudian 25 persen kiriman dari wilayah Depok, dan 25 persen lagi merupakan sampah dari masyarakat kota Bekasi.

Sampah-sampah itu terbawa aliran sungai ketika datang hujan dengan kenaikan debit air 200 sentimeter saja dipastikan banyak sekali sampah yang ikut masuk bersama aliran sungai.

Para pegiat Komunitas Peduli Sungai Cileungsi-Cikeas (KP2C) mengingatkan, sampah bambu ini sangat berbahaya, karena jika debit air naik tak terhingga, bakal menimbulkan banjir bandang diikuti material keras berikut sampah rumah tangga yang tersembunyi di tengah-tengah tumpukan bambu.

Memprakirakan arah sungai, jika hulunya ada di atas yakni Bogor, artinya hilir sungai berada di utara Jakarta dan melewati Ciliwung yang membelah megapolitan.

Untuk membersihkan 1.200 meter kubik sampah sungai Cikeas, ditengarai bakal membutuhkan lebih kurang dua pekan kerja siang malam. Oleh karena itu, pembersihan sampah harus intensif mengingat sebentar lagi musim hujan bakal datang.

Pembersihan Dilakukan Intensif

Aksi bersih-bersih sungai Cikeas terus diupayakan dengan melibatkan 35 personil pasukan katak dan UPTD Wilayah, 10 personil DBMSDA Kota Bekasi, 6 (enam) personel DLH Provinsi Jawa Barat, Unsur TNI matra lainnya, 3 (tiga) truk sampah DLH Kabupaten Bogor, 4 (empat) personel Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung-Cisadane (BBWSCC) dilengkapi satu alat pemotong, empat personel Perum Jasa Tirta II dilengkapi satu unit chain saw, satu unit tackle 5 ton dan tambang Dadung.

Unsur TNI yang dilibatkan adalah dari Kodam III/Siliwangi, kemudian Komunitas Peduli Sungai Cileungsi Cikeas (KP2C),  serta unsur kecamatan Gunung Putri dan Kecamatan Jati Asih.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Bekasi Yayan Yuliana mengatakan aksi bersih-bersih kali Cikeas dari material sampah bambu dan pengerukan sedimen terus dilakukan sejak hari ini, Selasa (15/10/2019).

“Mulai hari Selasa ini sampai bersih. Melibatkan TNI dari pasukan katak juga," kata Yayan.

Walau sudah melibatkan banyak personel dan alat berat, Yayan tetap mengimbau masyarakat setempat menunjukkan kepedulian dengan turun langsung ikut menjadi relawan pembersihan sampah. Ini adalah masalah serius yang harus segera ditangani bergotong royong sebelum datang musim hujan.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00