• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Nasional

Satgas Yonmek 643/Wns dan ILO TNI Kuching Bebaskan 9 WNI Salah Tangkap

14 October
21:39 2019
0 Votes (0)

KBRN, Entikong : Satgas Pamtas Yonif Mekanis (Yonmek) 643/Wns bersama Indonesian Liaison Officer (ILO) TNI pada Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Kuching, Sarawak, Malaysia berhasil membebaskan sembilan WNI yang ditangkap Tentara Diraja Malaysia (TDM).

Ke-sembilan WNI asal Dusun Panga, Desa Semanget, Kecamatan Entikong, Kabupaten Sanggau itu ditangkap TDM usai berbelanja di Jalan Inspeksi Patroli Perbatasan pada Jumat (11/10/2019) lalu.

"Setelah kami mendapat laporan penangkapan sembilan WNI Jumat sore, kami langsung berkomunikasi dengan ILO TNI di Kuching, Imigrasi dan TDM untuk memulangkan mereka," ungkap Komandan Satgas Pamtas Yonif Mekanis 643/Wns, Letkol Inf. Dwi Agung Prihanto saat menyambut kepulangan sembilan WNI di PLBN Entikong, Senin (14/10/2019) petang.

Proses pembebasan sembilan WNI itu berlangsung empat hari. TNI melalui perwakilannya di Sarawak, Malaysia melakukan negoisasi intens dengan pihak TDM hingga disepakati pemulangan ke-sembilan warga Panga tersebut hari ini.

"Mereka ke Malaysia untuk membeli kebutuhan kegiatan adat, setelah kembali ke Indonesia, ditengah perjalanan pulang mereka bertemu dengan TDM yang sedang berpatroli dan diamankan disitu," ujar Dwi Agung.

Sembilan WNI asal Panga yaitu Acung (53), Bayak (53), Riko (29), Toto (34), Opot (42), Sabeng (49), Medi (27), Rudi (36) dan Alex (19). Kepulangan mereka disambut Danrem 121/Abw Brigjend TNI Bambang Trisnohadi, Wakil Bupati Sanggau Yohanes Ontot serta Kapolres Sanggau AKBP Imam Riyadi.

Wakil Bupati Sanggau Yohanes Ontot menyampaikan, pembebasan sembilan WNI itu adalah bentuk perlindungan negara kepada masyarakatanya. Selain itu, negara melalui pemerintah menjamin perlindungan kepada masyarakat dengan pemberian identitas baik berupa Paspor maupun Pass Lintas Batas bagi warga perbatasan.

"Paspor dan PLB ini identitas masyarakat, ketika mereka melintas negara, mereka wajib membawa dokumen-dokumen ini untuk melindungi mereka. Kami sudah imbau semua warga di perbatasan dari dulu, bukan hari ini saja, agar pada saat berkunjung ke seberang, meskipun untuk kunjungan keluarga wajib membawa Paspor atau PLB," ucap Yohanes Ontot.

Sementara itu, Bayak, salah seorang WNI yang ditangkap TDM mengaku diperlakukan cukup baik selama proses negoisasi TNI dengan TDM untuk memulangkannya ke Indonesia. Selama empat hari, Dia bersama delapan WNI lainnya berada di Depo Imigresen Semunja.

"Baik perlakuannya kepada kami, tidak diapa-apakan," sebut Bayak.

Kepulangan sembilan WNI yang diduga salah tangkap itu disambut isak tangis keluarga yang menunggu di Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Entikong sejak siang. Valentina tak kuasa menahan tangis saat bertemu suaminya, Riko.

"Empat hari saya menunggu, hari ini baru dipulangkan. Saya terpukul, semoga ini tidak terulang lagi. Terimakasih TNI, sudah membebaskan suami saya" kata Valentina sambil terisak.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00