• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Daerah

Krisis Beras Ancam Peringatan Hari Pangan Internasional

14 October
20:40 2019
4 Votes (4)

KBRN, Subang : Momentum Hari Pangan Internasional, Rabu (16/10/2019) besok lusa, yang bertepatan dengan kemarau panjang, yang berdampak terhadap kekeringan lahan pertanian di sejumlah daerah, yang mengakibatkan menurunnya produksi padi.

Sehingga membuat banyak kalangan yang mengkhawatirkan akan terjadi krisis beras di tanah air, untuk beberapa bulan kedepan yang dipastikan akan bergejolak, meski pemerintah optimis stok beras itu aman.

Terkait ancaman krisis beras yang akan dialami Indonesia beberapa bulan kedepan itu, Ketua DPRD Subang Cecep Narca menegaskan, dirinya tidak begitu ikut pusing, karena Subang setiap musimnya selalu mengalami surpus produksi padi kering giling hingga 800 ribu ton.

"Apa yang disampaikan pemerintah, terkait stok beras itu aman untuk beberapa bulan kedepan itu benar adanya, karena Subang saja setiap musimnya selalu mengalami surplus padi kering giling yang mencapai 800 ribu ton permusim, sehingga kita tidak perlu ada kekhawatiran, untuk mengalami krisis beras tersebut," kata Narca kepada wartawan di Subang, Senin (14/10/2019).

Namun yang perlu dikhawatirkan oleh semua pihak menurut Cecep, justru kebijakan pemerintah yang selalu mengimpor beras dari luar, dan impor itu yang justru perlu dikhawatirkan oleh semua pihak, karena dengan impor itulah yang akan mempengaruhi harga padi atau gabah di tingkat petani.

"Kebijakan impor itulah yang perlu kita kritisi, karena yang dirugikan adalah para petani," tegasnya. Sementara yang perlu diperhatikan pemerintah saat ini, bagaimana agar harga gabah itu tetap stabil, dan petani mendapatkan subsidi dari pemerintah, untuk meningkatkan produksi padi, agar indonesia kedepan tidak terkena krisis beras.

"Yang diinginkan para petani saat ini dari pemerintah, selain tidak mengimpor beras dari luar negeri, juga pemerintah memberikan perhatian yang lebih kepada para petani, agar petani tetap bergairah dalam mencapai target produksi padi," imbuh Narca.

Terlebih Subang kedepan, akan memiliki bendung Sadawarna, yang sanggup mengairi sekitar 20 ribu hektare lebih lahan sawah tadah hujan menjadi sawah produktif, sehingga priduksi padi di kabupaten Subang, sehingga akan semakin memperkokoh Subang sebagai lumbung padi terbesar kedua di Jawa Barat, dan menempatkan Subang diposisi kelima di tingkat Nasional.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00