• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Kumham

Diduga Mata-mata OPM, Polisi Amankan Tiga Orang Mencurigakan

14 October
17:53 2019
0 Votes (0)

KBRN, Jakarta : Pada 31 Desember 2018 silam, aparat gabungan TNI-Polri menyerbu dan menduduki Sekretariat Komite Nasional Papua Barat (KNPB), organisasi pro referendum Papua atau Organisasi Papua Merdeka (OPM) di Jalan Sosial, Timika, Papua. Selanjutnya, diikuti operasi penangkapan terhadap Ketua KNPB Timika, Steven Itlay pada 11 September 2019 lalu.

Kali ini, giliran bangunan berukuran 8x8 meter di Jalan Cendrawasih-SP3, Distrik Kuala Kencana, Kabupaten Mimika (tepat di belakang Benglap TNI-AD Timika) dibongkar polisi karena diduga sebagai markas KNPB (pengganti markas sekretariat Jalan Sosial), dan yang menjadi sarang aktivitas organisasi terlarang yang hendak makar memisahkan diri dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Polisi mengamankan sejumlah atribut noken, gelang, ikat kepala bercorak bintang kejora, seragam tentara Organisasi Papua Merdeka (OPM), dua bilah parang, 115 anak panah beserta 22 busur, sebuah kapak, dua buah senapan angin, dua topi loreng berlogo bintang kejora (bintang warna merah) dan sepasang sepatu PDL dari lokasi pada Senin (14/10/2019).

Dalam operasi pembongkaran markas KNPB OPM di Jalan Cendrawasih, petugas sempat dikelabui oleh beberapa orang di sekitar bangunan. Mereka memastikan kepada petugas bahwa bangunan dalam keadaan kosong sehingga tak perlu dilakukan pemeriksaan. Namun setelah diperiksa, ternyata bangunan menjadi gudang senjata tajam seperti busur, anak panah, kapak, parang, dan lain sebagainya. Selain itu juga ditemukan semua atribut bercorak bintang kejora milik Organisasi Papua Merdeka, sampai seragam tentara pembebasan Papua Barat.

Tak cukup sampai disitu, saat pembongkaran dan penyitaan barang sedang dilakukan, ada tiga orang pria yang nampak mondar-mandir di lokasi. Karena gerakan mencurigakan, coba dihampiri oleh petugas. Saat ketiganya berusaha menghindar, langsung dilakukan pengamanan untuk dimintai informasi.

Dari ketiga orang yang diduga mata-mata OPM tersebut, kepolisian nantinya akan mencari informasi terkait pimpinan terbaru organisasi pro referendum KNPB, mengingat pimpinan mereka, Steven Itlay sudah ditangkap pada 11 September 2019 lalu. Sementara pembongkaran gedung yang diduga markas KNPB OPM Timika itu adalah berkat laporan masyarakat setempat yang menyaksikan banyak sekali kegiatan tanpa informasi jelas di gedung itu dan melibatkan banyak orang. 

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00