• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Tanggap Bencana

Emisi Gas Rumah Kaca Meningkat, Dishub Samarinda Ajak Masyarakat Beralih Ke Angkutan Umum

14 October
16:26 2019
0 Votes (0)

KBRN, Samarinda : Pemerintah Kota Samarinda melalui Dinas Lingkungan Hidup menggelar Uji Publik Penyusunan Dokumen Rencana Aksi Daerah Penurunan Emisi Gas Rumah Kaca (RAD-GRK) Kota Samarinda tahun 2019 di Ruang Rapat LT. 2 Kantor BAPPEDA Samarinda Senin (14/10/2019). Kegiatan itu dipimpin langsung oleh Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup Kota Samarinda Umar Shodiq.

Dokumen ini disusun guna mendukung penyusunan Pergub Kaltim Nomor 39 Tahun 2014 tentang Rencana Aksi Daerah Penurunan Emisi Gas Rumah Kaca Provinsi Kalimantan Timur.

Berdasarkan perkiraan tingkat emisi gas rumah kaca bersih tahun 2014-2018, sumber emisi GRK terbesar dimiliki sektor energi dan transportasi sebesar 88%. berbeda dengan halnya sektor limbah, pertanian, peternakan, kehutanan dan penggunaan lahan lainnya yang hanya berkontribusi sekitar 8% dan 4%.

Menghadapi masalah ini Kepala Bidang Lalulintas V Hari Prabowo disela kegiatan kepada RRI mengatakan, selain melakukan pembenahan konstruksi jalan Dishub juga akan melakukan kampanye kepada masyarakat untuk beralih ke angkutan umum.

“Rencana kerja di dinas perhubungan yang pertama adalah perbaikan siklus lalulintas, jangka menengahnya adalah penumpulan simpang tapi tidak menjadi poksi dinas perhubungan harus mengajak dinas lain untuk pembebasan lahan, dan terakhir adalah kampanye kepada para pengguna kendaraan pribadi untuk kembali ke kendaraan umum,” kata Hari.

Sebanyam 30 aksi mitigasi telah terangkum dalam daftar rencana penurunan emisi, beberapa diantaranya seperti melakukan peningkatan penggunaan energi terbarukan biodiesel, biosolar, bioetanol sebagai sumber bahan bakar minyak untuk kegiatan industri.

Selain itu, sosialisasi penggunaan kendaraan ramah lingkungan dan rendah emisi juga dilakukan, hingga meningkatkan jumlah pembangunan kampung iklim berbasis energi.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00