• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Sigap Polri

Edarkan Narkoba Jenis Sabu di Bandung Barat, Pemuda ini Berhasil Diringkus Polisi

14 October
15:26 2019
0 Votes (0)

KBRN, Cimahi : Berbagai cara dilakukan oleh syndikat peredaran gelap narkoba, agar kegiatan mereka bisa luput dari jangkauan aparat hukum. 

Salah satu cara yang ramai dilakukan saat ini adalah dengan cara sistem tempel, dimana narkoba yang dipesan dikemas dalam plastik lalu dilakban dan ditempelkan di pohon, tiang listrik maupun tembok pagar yang tidak terlihat.

“Namun bagaimanapun caranya, usaha mereka akhirnya bisa juga terendus oleh petugas kepolisian, seperti yang dilakukan oleh Hera Supriatna 33 tahun warga  Kampung Wadon RT.01/RW.09 Desa Tenjo Laut Kecamatan Cikalong Wetan Kabupaten Bandung Barat,” ungkap Kasat Narkoba Polres Cimahi AKP Sugeng Heryadi kepada wartawan di Mapolres Cimahi, Jalan Amir Machmud Kota Cimahi, Senin (14/10/2019).

Menurut Sugeng, tersangka Hera ditangkap tim penyidik saat sedang melakukan aksinya di Kampung Cihanjuang Desa Mandala Mukti Kecamatan Cikalongwetan Kabupaten Bandung Barat tanggal 10 Oktober lalu sekitar pukul 03.00 WIB dini hari.

“Modusnya biasa ada yang pesen, kemudian ditempelkan disuatu tempat lalu difoto, dan petanya disampaikan kepada pemilik barang,nanti pemilik barang yang akan jualnya kepada pemesan,” ujaranya.

Menurut Kasat, penangkapan tersangka merupakan hasil dari pengembangan informasi masyarakat yang disampaikan kepada polisi.

“Saat ditangkap dari tersangka disita sejumlah barang bukti diantaranya 1 plastik hitam yang berisi 25 paket yang sabu yang dibungkus plastik lalu diisolasi warna hitam dan double tape, 1 timbangan digital warna silver, 2 pack plastik klip bening, 1 gulung double tape, 1 gulung isolasi warna hitam dan satu handphone,” paparnya.

Dalam keterangannya kepada penyidik tersangka Hera mengaku bahwa sabu tersebut didapat dengan cara sistem tempel untuk dijual kembali, dari tersangka berinisial CGN yang kini buron pada tanggal 8 Oktober 2019.

Sementara tersangka Hera menyebutkan, aksi peredaran narkoba tersebut sudah dilakoninya selama 2 bulan terakhir dengan harga Rp.500 ribu per paket, dan dari penjualan tersebut ia mendapat jatah Rp.50 ribu rupiah perpaket.

Akibat perbuatannya itu, tersangka akan dijerat dengan pasal 112 yunro 114 Undang-Undang RI nomor 35 tahun 2009, dengan ancamab hukuman pidana penjara maksimal 20 tahun penjara dan denda maksimal 10 milyar rupiah.

Rekomendasi Berita
tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00