• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Kumham

Jokowi Diminta Bentuk Tim Gabungan Pencari Fakta Terkait Kematian 2 Mahasiswa UHO Kendari

14 October
14:34 2019
0 Votes (0)

KBRN, Kendari: Tim kuasa hukum keluarga almarhum Randi dan Yusuf Kardawi, sudah menyurati Presiden Jokowidodo, meminta pembentukan Tim Gabungan Pencari Fakta Independent (TGPFI), atas meninggal dua mahasiswa Universitas Haluoleo (UHO) Kendari saat unjuk rasa di Kantor DPRD Sultra, 26 September 2019 lalu.

“Permintaan pembentukan Tim Gabungan Pencari Fakta ini dimaksudkan untuk mempercepat proses pengusutan kasus kematian Randi dan Yusuf Kardawi yang hingga kini belum terungkap,” ujar Sukdar, ketua tim kuasa hukum Independent dari LBH Universitas Muhammadiyah Kendari, Senin (14/10/2019). 

Sukdar menjelaskan, tim kuasa hukum juga mendesak tim Mabes Polri, untuk secepatnya memberikan gambaran terhadap enam anggota polisi berstatus terperiksa karena diduga melanggar kode etik disiplin dan SOP dengan membawa senjata api saat pengamanan unjuk rasa.

Sementara itu, 6 anggota polisi yang telah ditetapkan sebagai terperiksa terkait kasus kematian 2 mahasiswa UHO Kendari, pekan ini akan menjalani sidang disiplin di Mapolda Sulawesi Tenggara (Sultra).

Sidang disiplin tersebut dilaksanakan secara terbuka, karena beberapa keluarga korban akan dipanggil untuk menyaksikan proses persidangan.

Terkait penyelidikan dan penyidikan kasus kematian Randi dan Yusuf Kardawi, tim Bareskrim Mabes Polri khususnya dari Pusat Laboratorium Forensic,  saat ini masih melakukan uji balistik.

Uji Balistik terhadap barang bukti proyektil, selongsong peluru maupun senjata api itu, dilakukan di Negara Belanda dan Australia karena kedua Negara itu memiliki  Laboratorium Forensic dan identifikasi terbaik di dunia. 

Rekomendasi Berita
tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00