• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Tanggap Bencana

Jika Korporasi Biang Karhutla, Walhi : Cabut Izin Usahanya

14 October
14:02 2019
2 Votes (5)

KBRN, Palembang : Kabut asap terpantau semakin parah terjadi di Kota Palembang, Sumatera Selatan (Sumsel). Bahkan tadi pagi jarak pandang hanya sekitar 50-150 m.

Berdasarkan pantauan tim monitoring Dinas Kehutanan Provinsi Sumatera Selatan, ada  732 titik panas atau hotspot di wilayah Sumsel yang menyebabkan persoalan kabut asap seolah tak kunjung usai.

Masalah ini mendapat perhatian serius dari Direktur Walhi Sumsel Khairul Sobri. Ia mengatakan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumsel seharusnya bisa lebih fokus dalam menangani kasus Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla).

"Sebenarnya masalahnya simpel saja. Ini kan terkait dengan lahan gambut, sudah sering kami sampaikan ke pemerintah, seharusnya mereka bisa tegas mencabut izin perusahaan. Tapi sampai sekarang tidak ada satu pun review pencabutan perizinan yang dilakukan pemerintah," kata Khairul di Palembang, Senin (14/10/2019).

Dirinya lanjut menuturkan, pencabutan izin dan pemulihan gambut yang sudah dibebankan izin merupakan landasan utama untuk pemerintah melakukan penegakan hukum. Tetapi hal tersebut tidak dilakukan. Dengan demikian, Walhi sangat menyayangkannya.

Apalagi mengenai data antara  pihak kabupaten dengan kementerian pusat yang menurutnya membingungkan, jadi seolah menunjukkan pemerintah ini lemah akan penegakkan hukum terkait Karhutla.

“Saya lihat pemerintah saling lempar. Seharusnya ada kebijakan di daerah yang bisa menjadi landasan gubernur untuk melakukan ketegasan hukum atau paling tidak gubernur bisa meminta rekomendasi, termasuk legislatif juga bisa melakukan semacam kebijakan yang bisa memperkuat gubernur melakukan kebijakan hukum," ujarnya.

Akan tetapi, Khairul juga mengingatkan, penegakan hukum juga jangan sampai salah sasaran. Jangan sampai penegakan hukum justru lebih tajam ke perusahaan kecil.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00