• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Budaya dan Wisata

Sedekah Bumi Dusun Telogo Bedah, Satukan Perbedaan

13 October
20:19 2019
0 Votes (0)

KBRN, Surabaya : Sedekah bumi digelar warga Dusun Telogo Bedah, Desa Hulaan, Menganti Gresik, Jawa Timur, Minggu (13/10/2019).

Ritual sedekah bumi diawali dengan arak-arakan tumpeng raksasa. Total terdapat 8 tumpeng dengan aneka bentuk yang dibalut dengan hasil bumi warga sekitar.

"Macam-macam ya ada kacang panjang, sawi, terong, lombok, ini hasil dari warga, kita buat gunungab seperti King Kong, nah tinggal ditempeli, ada yang beli dipasar juga," ungkap Sayid salah seorang Warga.

Tidak hanya itu menurut warga Dusun Telogo Bedah Hulaan RT 7 RW 3 ini, sedekah bumi dengan berbagai gunungan lengkap dengan hasil bumi
bukan hanya wujud Syukur tapi juga merupakan bentuk kerukunan warga.

"Ya bersama warga bareng-bareng ini nempel ini satu hari, kalau Gorilanya nyewa terus ditempeli aneka hasil pertanian," terangnya.

Bagi warga lainnya seperti Ngatmudji proses pembuatan gunungan selama beberapa minggu samakin menambah keakraban antar warga. Tradisi yang di lakukan ini merupakan adat mewujudkan persatuan budaya gotong royong.

"Kita konsepnya kembali ke masa lalu, makanya kita buat Dinosaurus, dua minggu buatnya mulai kerangka sampai jadi. Ini semua hasil warga. Kita bersyukur sekaligus mengingatkan akan hasil panen," terangnya.

Sementara itu Hamdani kepala Desa Telogo Bedah menambahkan, sedekah bumi di dusunnya sudah berlangsung secara turun temurun. 

Di samping sebagai tradisi, sedekah bumi ini mempunyai makna yang lebih, tidak hanya simbolis akan upacara tradisional, namun lebih dari itu yakni bagian dari ungkapan rasa syukur masyakat, tanpa adanya unsur yang bertentangan dengan akidah umat.

"Memang sedekah bumi tidak untuk melanggar akidah dan tuntuna agama, tinggal niat kita saja. sedekah bumi untuk memupuk rasa persaudaraan itu saja," paparnya.

Hamdani menyebut sedekah bumi sudah menjadi salah satu bagian yang sudah menyatu dengan masyarakat Desa, yakni menyiratkan simbol penjagaan terhadap kelestarian yang khas bagi masyarakat.

"Kita ingin memupuk rasa persatuan dan kesatuan dalam bermasyarakat kedua menjalin silahturahmi, ini sekaligus menyelamati sehingga Dusun Telogo Bedah menjadi Dusun yang barokah," terangnya.

Setelah diarak keliling kampung, gunungan yang dibawa dengan bersama sama itu diletakkan ditengah jalan.

Ratusan orang anak-anak hingga dewasa bersiap merebut isi tumpeng. Aba-aba terdengar, warga melai mendekati tumpeng. Mereka saling adu cepat meraih aneka hasil bumi yang ada dalam tumpeng raksasa.

"Saya mendapatkan banyak sayuran, ada kacang, terong, mau ta mas," kata salah satu ibu sembari memasukkannya kedalam kresek.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00