• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Sigap Polri

6 Polisi di Kendari Dijadwalkan Jalani Sidang Disiplin Terkait Kasus Kematian 2 Mahasiswa UHO

13 October
15:48 2019
0 Votes (0)

KBRN,Kendari: Enam anggota Polisi dari Polda dan Polres Kendari  yang telah ditetapkan sebagai terperiksa terkait kasus kematian 2 mahasiswa Universitas Haluoleo (UHO), akan menjalani sidang disiplin di Mapolda Sulawesi Tenggara (Sultra).

Kabid Humas Polda Sultra, AKBP Harry Goldendhart mengungkapkan, sidang disiplin tersebut akan dilaksanakan secara terbuka, karena beberapa keluarga korban akan dipanggil untuk menyaksikan proses persidangan.

“Orang tua korban atau keluarganya, juga akan dipangiil untuk menghadiri proses persidangan pekan ini di Mapolda Sultra,” terang Harry Goldendhart, Minggu (13/10/2019).

Harry menjelaskan, terkait dengan penyelidikan dan penyidikan kasus kematian Randi dan Yusuf Kardawi, tim Bareskrim Mabes Polri khususnya dari Pusat Laboratorium Forensik (Puslatbfor),  saat ini masih melakukan uji balistik terhadap semua barang bukti yang ditemukan.

“Uji Balistik terhadap proyektil, selongsong peluru maupun senjata api itu, dilakukan di Negara Belanda dan Australia karena di Negara itu, memiliki Laboratorium Forensik  dan identifikasi terbaik di dunia,” ujar Harry Goldendhart.

Sementara itu, tim kuasa hukum keluarga almarhum Randi  dan Yusuf Kardawi yang meninggal saat unjuk rasa di gedung DPRD Sultra 26 September 2019 lalu, meminta Presiden Joko Widodo, segera membentuk Tim Gabungan Pencari Fakta Independen.

Ketua Tim kuasa hukum Sukdar mengungkapkan, permintaan pembentukan tim pencari fakta tersebut dilakukan, mengingat proses penyelesaian kasus Randi dan Yusuf terkesan lambat, yakni sudah memasuki 3 pekan.

Padahal sejauh ini, tim investigasi mabes  polri sudah membebastugaskan 6 anggota polisi yang berstatus sebagai terperiksa, karena diduga melanggar kode etik dengan membawa senjata tajam saat pengamanan aksi.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00