• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Nasional

Ambil Alih Pengelolaan Udara dari Singapura, Luhut: Indonesia Sudah Siap!

12 October
19:57 2019
1 Votes (3)

KBRN, Jakarta : Pemerintah Indonesia terus berupaya untuk melakukan pengambilalihan pengelolaan wilayah udara atau Flight Information Region (FIR) dari Singapura.

Menteri Koordiantor Bidang Kemaritiman dan Sumber Daya, Luhut Binsar Pandjaitan menjelaskan, saat ini, penandatanganan kerja sama FIR dengan negeri singa itu sudah dilakukan. Ke depan, kerja sama itu akan dilakukan secara bertahap.

"Sekarang tinggal teknisnya dilakukan secara bertahap," tandas Luhut seperti dikutip dari CNBC Indonesia, Sabtu (12/10/2019).

Meski demikian, Luhut menekankan bahwa FIR sama sekali tidak ada kaitannya dengan kedaulatan negara. Sebab, sejak 45 tahun lalu, Indonesia belum memiliki sistem yang memadai untuk mengontrol penerbangan.

Makanya saat itu, lanjut dia, pengelolaan FIR didelegasikan ke Singapura. Kuasa Singapura atas langit Indonesia itu ditetapkan dalam pertemuan ICAO di Dublin, Irlandia, pada Maret 1946.

Dengan perjanjian itu, akhirnya Singapura menguasai sekitar 100 mil laut (1.825 kilometer) wilayah udara Indonesia. Wilayah seluas itu mencakup Kepulauan Riau, Tanjungpinang, Natuna, Serawak dan Semenanjung Malaka.

Dengan demikian, pesawat Indonesia harus minta izin kepada otoritas penerbangan Singapura jika hendak terbang dari Tanjung Pinang ke Pekanbaru di wilayah kedaulatan RI sendiri. Hal sama juga berlaku bagi penerbangan dari Pulau Natuna ke Batam dan penerbangan-penerbangan lain di kawasan Selat Malaka.

"Sekarang kita sudah siap, kerangka kerjasama dengan Singapura sudah ditandatangani. Itu harus ada juga pengakuan dari negara-negara lain bahwa mereka sudah mengakui bahwa kita negara kepulauan, teknisnya masih ada yang perlu kita selesaikan," kata Luhut menjelaskan.

Otoritas Penerbangan Singapura pun mempercayai bahwa Indonesia bisa mengelola wilayah udara yang dulu dikelola oleh Singapura tersebut. Kata Luhut, Singapura sangat percaya dengan pemerintah Indonesia.

Luhut pun menekankan sekali lagi bahwa terkait FIR tidak ada kaitannya sama sekali dengan kedaulatan nasional.

"Jangan kita mengkaitkan FIR ini dengan kedaulatan nasional. Kita juga bicara mengenai defense agreement (perjanjian pertahanan) kalau ada bicara kedaulatan, dengan rendah hati saya katakan, jangan ada membawa isu-isu yang tidak perlu mengenai FIR," pungkasnya. (Foto; Antara/ HO-Letkol Pnb Agus Dwi Aryanto)

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00