• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Sigap Polri

Warga Depok Menilai Bhabinkamtibmas Kecolongan atas Insiden Penusukan Wiranto

11 October
12:37 2019
1 Votes (1)

KBRN, Depok: Untuk mengantisipasi aksi teror pada saat pelantikan Presiden dan Wakil Presiden 20 Oktober mendatang. Warga Kota Depok mendesak Polisi mengusut tuntas kasus penusukan Menko Polhukam Wiranto di Menes, Pandeglang, Provinsi Banten.

"Saya mengutuk keras perbuatan perilaku teror terhadap salah satu pejabat negara ini, dan mendesak aparat keamanan untuk segera menumpas dan menuntaskan kasus ini. Pejabat negara saja berani diperlakukan seperti itu, apalagi warga biasa," kata Kasno warga Kalimulya, Cilodong, Kota Depok kepada RRI, Jumat (11/10/2019.

Dia mengaku tidak berpihak kepada partai tertentu, hanya sekedar masyarakat kecil yang tunduk terhadap konstitusi. Dan menurutnya pelantikan Presiden dan Wakil Presiden 20 Oktober 2019 sudah sesuai dengan konstitusi.

"Kan sudah di sahkan secara konstitusi, maka itulah yang akan kami dukung, dan itulah yang akan kami pelihara demi kedamaian Indonesia," katanya.

Kemudian, terkait isu akan ada aksi unjukrasa besar-besar atau teror menjelang pelantikan Presiden dan Wakil Presiden. Kasno tidak yakin itu akan terjadi, karena menurutnya semua masyarakat Indonesia melek hukum dan tunduk terhadap konstitusi.

"Kalau pun nanti ada oknum-oknum yang ingin mencoba-coba menggagalkan ataupun membuat suatu kerusuhan berarti dia bukan orang yang beriman, bukan orang yang bertakwa dan mungkin dia tidak ingin Indonesia damai. Dan hal ini sudah diantisipasi TNI-Polri, dan masyarakat NKRI Insya Allah mendukug pelantikan tersebut," ungkapnya.

Sementara itu, warga Kota Depok lainnya, J Purba mengaku sangat menyesalkan sampai terjadinya aksi penikaman mantan Panglima TNI itu di Pandegalang, kemarin. Menurutnya Bhabinkamtibmas kecolongan atas kejadian itu.

"Minimal polisi yang bertugas di lapangan harus senatiasa waspada, padahal disebelahnya ternyata si pelaku, kenapa ngga di usir sebelumnya. Inilah jangan sampai terjadi lagi seperti itu kedepan, jangan karena hanya ingin berjabat tangan dengan pejabat tertentu, lupa tugas dan tanggungjawabnya," ujar J Purba.

Kemudian menyangkut keamanan pelantikan Presiden dan Wakil Presiden 20 Oktober nanti, Polisi harus lebih waspada. Bhabinkamtibmas selaku corong Polisi di lapangan disamping petugas intelijen harus selalu waspada khususnya terhadap pendatang yang ngontrak di wilayah tugasnya.

"Babinsa di lapangan jarum pun jatuh dia harus tahu, jadi kenapa Bhabinkamtibmas tidak bisa seperti itu?," ujarnya.

Oleh Sebab itu, dia mendesak Kapolri agar mendorong lagi kinerja Bhabinkamtibmas di lapangan agar mengetahui hal sekecil apapun yang terjadi di wilayahnya. Supaya bisa mengantisipasi apa yang akan terjadi dimasa yang akan datang.

"Jadi jangan hanya kita menyatakan begono-begini, aman ini, ternyata kecolongan juga," ungkapnya.

Seperti beritakan, hanya beberapa saat ketika Menko Polhukam Wiranto turun dari kendaraannya, dua orang tak dikenal langsung menyerangnya. Pelaku yang sejak awal terpantau di lokasi, tiba-tiba menyerang dan melukai Wiranto, polisi, dan ajudan menko polhukam hingga tersungkur.

Iring-iringan kendaraan Wiranto dilaporkan tiba di Alun-Alun Kecamatan Menes, Pandeglang, Banten sekitar pukul 11.50 WIB. Dua orang pelaku langsung menyerang dengan membabi buta menggunakan senjata tajam.

Kedua pelaku yaitu Fitri Andriana binti Sunarto (31) dan Syahril Alamsyah alias Abu Rara (41) telah diamankan di Polres Pandeglang. Belakangan diketahui mereka adalah anggota Jamaah Ansharut Daulah (JAD) Bekasi, yang berafiliasi dengan kelompok radikal ISIS. (RL)

  • Tentang Penulis

    Rido Lingga, S.Kom

    Jurnalis Radio Republik Indonesia | RRI Jakarta | email: lin99a@gmail.com

  • Tentang Editor

    Anik Hasanah

    Editor RRI Bandung

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00