• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Sigap Polri

Naas, Bakar Lahan Petani Sragen Jadi Tersangka, Niat Umrah Terancam Kandas

10 October
14:25 2019
0 Votes (0)

KBRN, Sragen : Sungguh sial nasib Cipto Sujarwo (59), niatnya membersihkan lahan jagung miliknya malah jadi tersangka. Warga Dukuh Baran RT 11 Desa Doyong, Kecamatan Miri harus mendekam di balik sel tahanan Mapolres Sragen. Tak hanya itu niat menjalankan ibadah umrah awal tahun depan pun terancam kandas.

Untuk diketahui, polisi menetapkan satu tersangka kebakaran sebuah pabrik pengolahan kayu di Dukuh Grabyak, Desa Doyong, Kecamatan Miri, Sragen pada Selasa (1/10/2019) lalu. Dia adalah Sujarwo alias Tirto Sujarwo (59), seorang petani yang juga pemilik lahan di sebelah timur pabrik yang terbakar.

Kebakaran berawal dari Petani Jarwo membakar sisa lahan jagung tidak jauh dari lokasi pabrik. Lantas api merembet ke bangunan pabrik dan menghanguskan semua isinya, termasuk mebel yang siap diekspor.

"Saya tidak sengaja pak. Boten enten sik ngongkon (tidak ada yang menyuruh-red). Saya sudah puluhan tahun bakar sisa tanaman jagung, setahun dua kali," ungkap Jarwo kepada wartawan di Mapolres Sragen, Kamis (10/10/2019).

Dia mengaku tidak ada masalah sedikitpun dengan pemilik pabrik CV. Deckind Andi Wood, Agung Purnomo, tetangga kampungnya. Sawah yang diolah Jarwo persis sebelah timur pabrik pengolahan kayu berdiri. Lahan seluas 3.500 meter persegi itu merupakan warisan orang tuanya.

"Saya sudah 30 tahun mengolah sawah. Dari dulu tidak ada apa-apa. Walau ada pohon menjorok ke sawah saya juga tidak akan potong," ujarnya.

Sujarwo telah jadi tersangka dan ditahan di Mapolres Sragen. Dia dijerat Pasal 188 KUHP dengan ancaman kurungan maksimal 5 tahun penjara. 

Sujarwo mengaku menyesal dan sedih atas kelalaiannya tersebut. Bahkan ia diperkirakan batal umrah bersama istri awal tahun depan.

"Menyesal pak. Rencananya saya mau umrah Februari tahun depan. Istri jadi berangkat kalau saya tidak tahu nanti," ucapnya.

Padahal Sujarwo dan istri telah berupaya menabung puluhan tahun agar bisa ke baitullah. Setiap panen ia berusaha nabung Rp 5 juta. 

"Pekerjaan saya tani. Alhamdulillah bisa nabung pak. Nabung sekali panen ya Rp 5 juta, ya ada kalau 30 tahun," bebernya.

Kapolres Sragen AKBP Yimmy Kurniawan menjelaskan, hasil pemeriksaan tidak ada unsur kesengajaan dalam kasus ini. Tersangka hanya lalai dalam memperhitungkan tindakkanya sehingga merugikan orang lain.

"Kerugian Rp 24 miliar. Kayu yang siap di ekspor, banyak barang yang dipacking siap dipasarkan ikut hangus. Tapi Info terkahir CV diasuransikan sudah dicek labfor setelah kejadian," jelasnya.
 

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00