• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Budaya dan Wisata

Menpar: Pengembangan Pariwisata Gorontalo Gunakan Konsep 3A

6 October
16:46 2019
0 Votes (0)

KBRN, Gorontalo : Menteri Pariwisata Arief Yahya menegaskan pengembangan pariwisata di Provinsi Gorontalo harus menggunakan konsep 3A, yaitu Akses, Amenitas, dan Atraksi.

Hal itu disampaikannya saat berkunjung ke objek wisata alam Lombongo di Kabupaten Bone Bolango (Bonebol), Minggu (6/10/2019).

“Atraksinya Gorontalo sudah sangat bagus, tarian, budaya, dan alamnya bagus. Setelah kunjungan ke Lombongo ini saya lebih yakin lagi untuk atraksi sudah tidak ada masalah,” ujar Menpar Arief Yahya.

Untuk akses pariwisata, Menpar meminta agar pemasaran pariwisata Gorontalo dilakukan dengan menjadikan Manado sebagai penghubung. Menurutnya hal tersebut sudah menjadi kelaziman untuk memajukan satu destinasi wisata.

Sedangkan untuk amenitas atau kemudahan, Arief menginstruksikan jajaran pariwisata di Provinsi Gorontalo bekerja sama dengan maskapai penerbangan.

“Dulu Lombok menjadi Bali sebagai penghubung, demikian juga dengan Banyuwangi. Saya minta juga kepada rekan-rekan biro perjanalan wisata di Manado untuk mempromosikan destinasi wisata di Gorontalo. Bangun kerja sama dengan airline, kalau pakai darat waktunya terlalu lama,” imbuhnya.

Sementara itu terkait pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) pariwisata di Kabupaten Bonebol yang akan diajukan ke Kemenpar, Wakil Gubernur Idris Rahim mengutarakan Pemprov Gorontalo sepenuhnya akan bersinergi mendukung hal tersebut. Berdasarkan aturan Kemenpar, minimal kawasan pengembangan pariwisata seluas 100 hektar.

“Di kawasan Lombongo ini ada lahan milik Pemprov Gorontalo dengan luas kurang lebih 32 hektar. Ini bisa kita masukkan dalam KEK pariwisata di Bone Bolango, secepatnya akan kita bahas bersama,” tutur Wagub Idris Rahim.

Pada kesempatan itu, Menpar Arief Yahya bersama Wagub Idris Rahim melepas anak burung Maleo ke alam bebas hasil pengembangbiakkan Balai Taman Nasional Bogani Nani Wartabone. 

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00