• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Teknologi

Sumut Punya Potensi Besar Implementasikan Industri 4.0

6 October
16:39 2019
0 Votes (0)

KBRN, Medan : Sebagai salah satu provinsi besar di Indonesia, Sumatera Utara seharusnya telah menyiapkan diri dalam menghadapi perubahan menuju industri 4.0, sehingga dapat membangun smart city di daerah tersebut. Namun, implementasi industri 4.0 di Sumatera Utara masih tertinggal jauh dari provinsi lain di Indonesia, terutama dari kota-kota besar di Pulau Jawa.

Ketua Pengurus Daerah (Pengda) Keluarga Alumni Gajahmada (Kagama) Sumatera Utara, M Hamied Wijaya mengatakan,
Sumut sejatinya memiliki potensi besar. Namun, Sumut masih kalah jauh dibanding kota-kota besar di Pulau Jawa
dalam penerapan industri 4.0 tersebut.
Misalnya dengan digitalisasi semua sistem administrasi pemerintahan.

"Sudah banyak pemda di Jawa, orang sakit misalnya atau mengurus SKCK, itu dari HP saja, sudah online semua. Kita kok belum," katanya di Medan, Minggu (6/10/2019).

Hamied mencontohkan Provinsi Jawa Tengah yang telah memiliki aplikasi untuk memantau kondisi infrastruktur jalan di daerah tersebut.

"Di Jateng itu, jalan cantik di web ada. Masyarakat jika melihat jalan berlubang, itu difoto, kemudian soremya diitutup," ungkapnya.

Hamied menuturkan, Kagama Sumut ingin memberi sumbangsih pada kemajuan Sumut sekecil apapun itu. Salah satunya dengan menggelar Seminar dan Expo 2019 di Medan, 3-5 Oktober 2019 .

Acara tersebut antara lain berisi pameran Milenial Fest Industri 4.0, Seminar Milenial Fest Industri 4.0, Kompetisi Startup dan Industri Kreatif serta Inovasi dan Penelitian Kampus, serta lomba PUBG dan Mobile Legends.

Pihaknya juga mengundang para pakar, praktisi dan akademisi untuk membahas terkait pembangunan smart city, smart province dan smart village di Sumatera. Bahkan, Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto menjadi keynote speaker pada seminar tersebut.

"Waktu acara pembukaan itu kami berjanji akan membantu memberikan buku kecil tentang bagaimana membangun smart city di perkotaan. Nanti kita berikan ke Pemprov Sumut yang lebih detail. Sedang kita susun," ujarnya.

Dikatakan Hamied, selain membantu Pemprov Sumut membangun smart city melalui implementasi industri 4.0, pihaknya juga ingin mengakomodasi para startup atau perusahaan rintisan dan industri kreatif untuk mengikuti pameran. Dan hal tersebut mendapat sambutan positif di Kota Medan.

"Di Sumut ini ada, tapi tempat untuk tampil, untuk lomba yang nggak ada," ungkapnya.

Menurut Hamied, permasalahan di Sumut ada pada SDM, mentality, dan kompetensi.

"Maka awalilah dengan mengelola SDM dengan baik. Silahkan belajar pada kota-kota yang sudah melaknakan dengan baik terutama di Jawa," tegasnya.

Pada kegiatan Seminar dan Expo 2019, Kagama jug mengundang 33 kabupaten kota se-Sumut agar lebih memahami tentang membangun smart city.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00