• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Cabor

Hengkang dari Pelatnas, Pejudo Fania Farid Fokus Kuliah

5 October
15:16 2019
0 Votes (0)

KBRN, Denpasar: Pilihan melepas kesempatan berlatih di Pelatnas dan membela Merah Putih di ajang Sea Games 2019 Filipina harus diambil pejudo kebanggaan Bali Fania Farid.

Sebelum mengambil keputusan tersebut Fania memang dihadapi dengan pilihan yang sulit. Bila tetap menghuni Pelatnas, Fania tidak diperbolehkan turun membela Kota Denpasar di Pekan Olahraga Propinsi dan membela Bali di ajang Pekan Olahraga Mahasiswa Nasional (POMNAS). Padahal dengan turun di Kejuaraan tersebut merupakan kesempatan bagi pejudo kelahiran 1 September 2001 itu untuk mengejar poin agar lolos menuju Pekan Olahraga Nasional (PON) 2020.

Ayahanda Fania, Farid Ahmad dihubungi RRI Sabtu, (5/10/2019) menjelaskan sebelum mengambil keputusan hengkang di Pelatnas Sea Games, anaknya yang kini baru berusia 18 tahun itu sudah minta ijin sekaligus memohon saran serta masukan kepada dirinya. Diakui ada sedikit penyesalan dan kesedihan memutuskan keluar dari Pelatnas, namun keputusan tersebut harus diambil, karena selain mengejar poin PON, Fania saat ini juga harus fokus terhadap kuliahnya di Universitas Negeri Jakarta.

“Kami berdua sudah berembug, saya selaku orang tua dan memikirkan bagaimana baiknya, karena kalau di Pelatnas dia tidak diperbolehkan turun di Porprov, dan POMNAS, padahal ini salah satu poin-poin PON yang harus dia kumpulkan karena dikelas-78 kg poinnya tidak terlalu baik karena dia baru turun kelas dari +78 kg. Jadi kedua kejuaraan ini harus dia ikuti, dan bersyukur keduanya dia mampu meraih emas, termasuk saat Kejurnas di Yogya dia juga meraih emas,” tuturnya.

Farid Ahmad berharap di usia anaknya yang masih sangat muda, ke depan akan terbuka kembali peluang menghuni Pelatnas dan mendapat kesempatan membela Merah Putih di event Internasional.

“Penyesalan pasti ada, tetapi kita harus memilih dan saya juga harus memikirkan karir dia dibidang pendidikannya. Di Pelatnas juga bukan satu-satunya jalan menjadi yang terbaik, terbukti setelah keluar dari Pelatnas dia masih tetap jadi yang terbaik, walaupun dia harus numpang berlatih di DKI Jakarta, dan saya juga sempat bertemu pengurus di DKI mereka di sana sangat welcome sekali terhadap saya yang menitipkan Fania berlatih di DKI”, ungkapnya.

Farid Ahmad menambahkan apapun keputusan putrinya diriny siap mendukung. Termasuk soal cita-cita, Fania yang sebelumnya ditawari manajernya untuk menjadi Tentara Nasional Indonesia (TNI) namun pejudo unggulan Bali tersebut menolak tawaran itu, karena dirinya ingin meniru jejak sang ayah untuk menjadi seorang guru olahraga.

“Awalnya dia ditawari menjadi TNI oleh managernya, tapi dia menolak. Managernya sempat bilang ke sana ingin menjadikan Fania sebagai TNI, tapi cita-cita dia tidak ingin ke sana, karena dia ingin meniru saya untuk menjadi seorang guru olahraga. Ya apapun itu selama yang terbaik untuk dia, saya hanya bisa tetap mendukung”, pungkasnya. 

  • Tentang Penulis

    Ni Putu Nirawati

    Isi Kontak Person Anda disini <strong>email, FB, Twitter</strong>, dll<br /><br />

  • Tentang Editor

    Munjir Permana

    Editor

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00