• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Jaksa Menyapa

Dianggap Tidak Lengkap, Lima Berkas Perkara Kasus Karhutla di Sumsel Dikembalikan

3 October
16:48 2019
0 Votes (0)

KBRN, Palembang : Proses hukum kasus kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumatera Selatan belum bisa bergerak cepat. Pihak kejaksaan mengembalikan lima berkas perkara kasus dugaan pembakaran hutan di Sumatera Selatan yang diserahkan oleh pihak kepolisian. Berkas perkara yang dikembalikan dianggap belum memenuhi ketentuan untuk dilanjutkan ke tingkat penuntutan.

Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatera Selatan, Sugeng Purnomo, mengungkapkan, sebanyak 25 Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) telah diterima Kejati dan Kejari dari berbagai daerah di Sumsel, namun hanya lima berkas perkara yang telah diserahkan kepada pihak kejaksaan masing-masing satu berkas perkara di Kejari Lubuk Linggau dan empat berkas perkara di Kejari Ogan Komering Ilir (OKI).

Namun lima berkas perkara tersebut harus dikembalikan kepada penyidik karena dari hasil pemeriksaan jaksa dianggap belum lengkap. Sugeng mengatakan, pihak kejaksaan belum dapat memproses lebih jauh berkas perkara selama unsur tuntutan dalam berkas perkara belum terpenuhi.

“Secara umum yang belum terlampir di berkas hasil penyidikan adalah hasil pemeriksaan laboratorium terkait dampak lingkungan serta keterangan ahli. Itu semua diperlukan untuk memenuhi unsur tuntutan seperti yang tercantum dalam KUHP, UU Perkebunan dan UU Lingkungan Hidup,” ujar Sugeng dalam keterangannya kepada wartawan di Palembang, Kamis (3/10/2019).

Menurut Sugeng, mengacu pada ketentuan hukum acara pihak penyidik diberikan waktu selama 14 hari untuk melengkapi berkas perkara.  Setelah berkas dinyatakan lengkap, maka tanggungjawab proses hukum beralih kepada jaksa untuk berlanjut ke tahap penuntutan.

“Kami harus hati-hati, bukannya ingin mempersulit. Justru ini adalah bentuk kerjasama kami dengan penyidik untuk menyelesaikan pemberkasannya,” jelas Sugeng.

Kejati Sumsel mencatat sebanyak 30 orang telah ditetapkan sebagai tersangka dari 25 SPDP kasus karhutla yang diterima kejaksaan dari pihak kepolisian, termasuk satu diantaranya PT Hutan Bumi Lestari (HBL) tersangka dari pihak korporasi yang masuk dalam penanganan Kejati Sumsel.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00