• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Sorotan Kampus

UNP Kirim 2 Konselor untuk Trauma Healing Pengungsi Rusuh Wamena

2 October
15:40 2019
1 Votes (5)

KBRN, Padang: Universitas Negeri Padang (UNP) berencana mengirim konselornya untuk membantu menghilangkan kecemasan, stres, dan trauma pada masyarakat korban kerusuhan di Wamena, Papua. 

“Rencananya dua orang kita kirim kesana. Mereka masih persiapan, jadwal berangkatnya nanti kami sampaikan lebih lanjut,” ungkap Rektor UNP, Prof. Ganefri pada awak media di Padang, Rabu (2/10/2019).

Ganefri menjelaskan, pengiriman tenaga konselor didasari oleh kebutuhan lapangan. Sebab korban yang ada di pengungsian rentan mengalami stress, serta masih hidup dalam ketakutan.

“Pengiriman tenaga konselor ini juga permintaan dari Gubernur,” ucapnya.

Sementara itu, agar kerusuhan di Wamena tidak meluas, Ganefri juga meminta masyarakat di Sumbar tidak terprovokasi dengan informasi yang sengaja memanaskan kondisi. 

Baca juga : Bantuan Pemulangan Warga Sumbar di Wamena Terkumpul Rp 4 M

Sementara itu, berdasar catatan, jumlah perantau Sumatera Barat yang ada di Wamena ketika kerusuhan pecah mencapai 1.470. Sebagian besar dari mereka memutuskan untuk pulang. Sebab, rumah tinggal dan toko mereka habis terbakar. Ada yang memilih pulang ke Sumbar menggunakan jalur laut, serta sebagian menggunakan jalur udara. 

Baca juga : Bantuan Pemulangan Warga Sumbar di Wamena Terkumpul Rp 4 M

Wakil Gubernur Sumbar, Nasrul Abit mengatakan, pemulangan perantau dilakukan bertahap. Terhadap mereka yang telah sampai di Jakarta, akan dipulangkan melalui jalur udara menuju Padang. Biaya pemulangan ditanggung menggunakan dana bantuan yang telah terkumpul mencapai Rp 4 miliar.

“Kalau yang pulang melalui jalur laut telah sampai ke pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, kita arahkan ke Cengkareng untuk naik pesawat menuju Padang. Begitupula bagi yang telah naik Hercules menuju Jakarta, langsung diterbangkan kembali ke Padang,” ucapnya. 

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00