• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Tanggap Bencana

Pengusaha Minta Aturan yang Bolehkan Membakar Lahan Dihapus

23 September
03:29 2019
0 Votes (0)

KBRN, Jakarta : Kalangan pengusaha perkebunan kelapa sawit mendesak DPR dan Pemerintah untuk segera menghapus aturan yang membolehkan masyarakat adat membakar lahan dalam Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.

Sekretaris Eksekutif Gabungan Asosiasi Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) Kalimantan Timur, Dedy Asipan Nur menegaskan, undang-undang tersebut harus direvisi karena sangat merugikan para pengusaha kelapa sawit karena kerap dijadikan sebagai "kambing hitam".

"Undang-undang nomor 32 tahun Tahun 2009, diperbolehkan masyarakat (adat) memang membakar lahan seluas 2 hektare. Ini tentunya dari kami GAPKI keberatan dengan pasal ini," tegasnya saat berbincang dengan Radio Republik Indonesia, Senin (23/9/2019) dini hari.

Sebab menurut dia, tidak tertutup kemungkinan ada oknum pengusaha kelapa sawit nakal yang sengaja memanfaatkan undang-undang tersebut dengan membayar masyarakat untuk membakar lahan, sekalipun pembakaran tidak boleh dilakukan di wilayah konveksi perkebunan.

"Ada memang beberapa perusahaan yang katanya menggunakan menggunakan oknum-oknum masyarakat yang memanfaatkan pasal tersebut," akunya.

Namun demikian, ditekankannya tindakan curang semacam itu justru bakalan menjadi bumerang bagi pengusaha nakal dan masyarakat sendiri. Sebab, jika kedapatan oleh petugas terkait, bukannya untung, perusahaan itu justru akan mengalami kerugian berlipat ganda, bahkan terancam gulung tikar.

"Seandainya perusahaan menggunakan pasal ini, kan konyol, investasi inikan tidak sedikit, triliunan. Kalau seandainya kita membakar, kita kena sanksi miliaran, izin kita dicabut, pidana owner atau operatornya, habis semua. Jadi ga ada manfaatnya," tegasnya lagi.

Sekalipun, lanjutnya, dalam undang-undang juga diatur bahwa pembakaran lahan sama sekali tidak boleh dilakukan pada keadaan tertentu, misalkan pada masa kemarau. 

"Saya yakin bahwa investasi yang benar dan legal tidak akan menggunakan pembakaran untuk menghemat, malah itu akan menjadi bumerang bagi kita," pungkasnya. (Foto: Antara)

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00