• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Tanggap Bencana

Pembakar Lahan Jambi Ternyata Ada Warga Kampar Riau

22 September
21:03 2019
0 Votes (0)

KBRN, Jakarta : Kapolres Batanghari, AKBP Mohamad Santoso menerangkan kepada wartawan, dalam operasi penangkapan yang melibatkan pasukan gabungan TNI-Polri telah berhasil mengamankan 22 orang, kemudian menetapkan 18 tersangka pembakar lahan dan hutan di Areal Konsesi kawasan Hutan Harapan PT Restorasi Ekosistem Indonesia (REKI) Kabupaten Batanghari, Provinsi Jambi.

Dalam operasi besar-besaran yang berlangsung Sabtu, 21 September 2019 kemarin, semua yang diamankan dan menjadi tersangka adalah komplotan Nadaek Cs, dimana mereka merupakan spesialis perambah dan pembakar hutan dan lahan yang kebetulan mendapat bagian 'menggarap' pembakaran di kawasan PT REKI, Kecamatan Bajubang, Kabupaten Batanghari, Jambi.

Dari daftar nama yang didapat dari Polda Jambi, Minggu, 22 September 2019, komplotan Nadaek Cs ini merupakan pendatang yang kemudian menetap di Jambi dan warga Kampar, Riau.

"Mereka merupakan kelompok Nadeak Cs dan warga Kampar, Riau," ujar Santoso dalam keterangan rilis resminya kepada wartawan. 

Padahal, seperti diketahui bersama, wilayah Kamnpar, Provinsi Riau juga menjadi salah satu yang mengalami pembakaran lahan dan hutan gambut paling parah saat ini. Dari pernyataan polisi, sepertinya ada hubungan antara kelompok spesialis pembakar lahan Riau dan Jambi.

BACA JUGA: Pembakar Lahan Jambi Komplotan Nadaek Cs, Ini Daftar Namanya

Santoso lantas membenarkan bahwa ketika operasi penangkapan, petugas turut menyita bibit tanaman kelapa sawit, beberapa unit mesin chainsaw merek New West, Kayu bekas terbakar, empat jerigen plastik bekas isi BBM.

Saat ini, menurut Santoso, para pelaku dan tersangka berada dalam penanganan dan pengembangan, serta penahanan ketat di Mapolres Batanghari.

"Sekarang para pelaku masih diperiksa lebih lanjut," jelasnya.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Jambi Kombes Pol Kuswahyudi Tresnadi menyatakan, para pembakar ini diduga kuat merupakan komplotan yang memang sudah sering melakukan pembakaran dengan sangat terencana. 

"Penangkapan dipimpin langsung oleh Kapolres Batanghari dan Manager Perindungan PT REKI - Hutan Harapan Rainforest. Kelompok atau komplotan itu bernama Nadaek cs," ungkap Kuswahyudi kepada wartawan, Minggu (22/9/2019).

Ditengarai, kebakaran hutan dan lahan gambut yang selama ini selalu terjadi di wilayah Jambi, adalah bentuk ketidakpatuhan perusahaan terhadap regulasi hukum yang ada saat ini. Mengapa demikian? Karena berdasarkan data yang dihimpun, sejumlah lokasi yang terbakar saat ini juga pernah hangus pada 2015 silam. Beberapa diantaranya adalah lahan perusahaan PT Pesona Belantara, RKK, PT PDI dan PT BEP.

Namun begitu, dengan penangkapan terhadap komplotan Nadaek Cs, kepolisian yakin mampu membongkar semua permainan dibalik pembakaran hutan dan lahan yang terjadi selama ini.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00