• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Daerah

Mauli Si Anak Korban Eksploitasi, Jadi Rebutan Calon Orang Tua Asuh

22 September
20:50 2019
0 Votes (0)

KBRN, Lhokseumawe : Dinas Sosial Kota Lhokseumawe, masih terus memonitor perkembangan Maulindar Syahputra (9) setelah ke dua orang tuanya ditetapkan sebagai tersangka kasus penganiayaan dan Eksploitasi terhadap anak oleh satreskrim Polres Lhokseumawe. 

Mauli, panggilan akrab si Bocah tersebut, di paksa untuk mengemis oleh ke dua orang tuanya yang tidak memiliki pekerjaan. Bahkan jika tidak membawa pulang uang hasil mengemis, ke dua orang tuanya kerap memberi perlakuan kasar kepadanya. 

Saat ini Mauli sudah dijemput oleh pihak keluarga dari Ibunya, yang berdomisili di Gampong Mon Geudong, Kecamatan Banda Sakti, Kota Lhokseumawe. 

"Dua hari yang lalu Polisi Kan sudah menyerahkan ke sosial. Tidak lama kemudian si walinya datang pihak mamaknya. Tapi kita tetap monitor bagaimana keadaan si anak", kata Kepala Dinas (Kadis) Sosial Kota Lhokseumawe, Ridwan Jalil, kepada RRI, Minggu (22/9/2019). 

Dinas Sosial terang Ridwan Jalil, akan memanggil kembali pihak keluarga dari ibu si anak yang kini telah merawatnya, untuk membicarakan kelanjutan pendidikan. 

Sebab berdasarkan informasi yang diterima Dinsos, korban sudah lama cabut dari sekolah di SD Negeri 12 Mon Geudong Lhokseumawe. 

"Saya belum pastikan berapa lama, tetapi kata si Wali, si keluarga besar dari pada mamaknya itu, si anak itu udah lama gak sekolah. Rencana Saya mau Saya masukkan ke SDN 1 kemaren. Cuma kata si keluarga besar dari mamaknya itu, biarlah di SD 12", terangnya. 

Pihaknya juga akan kembali memastikan dengan memanggil kembali pihak keluarga sekaligus koordinasi dengan Kepala Sekolah SD N 12. 

Selain keluarga ibunya, Ridwan Jalil mengaku, banyak mendapat telpon dari warga masyarakat yang menginginkan untuk menjadi orang tua asuh dengan cara mengangkat menjadi anak pungut. 

Sehingga kalau memang si korban merasa aman bersama keluarga dari ibunya, maka kita serahkan ke keluarga itu. Tetapi kalau nanti tidak aman, maka kita coba cari alternative lain, pungkas Ridwan Jalil. 

Rekomendasi Berita
tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00