• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Nasional

Menristekdikti: Dalam 5 Tahun Terakhir 96 Perguruan Tinggi Raih Akreditasi A

22 September
18:25 2019
1 Votes (5)

KBRN, Jakarta : Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Mohamad Nasir terus mendorong perguruan tinggi di Indonesia, baik negeri ataupun swasta agar dapat meningkatkan kualitasnya untuk memperoleh akreditasi A.

Menristekdikti mengungkapkan, hal ini guna merespon tantangan dan peran perguruan tinggi dalam menghadapi era industri 4.0.

“Saya mendorong perguruan tinggi untuk meningkatkan kualitasnya, baik swasta maupun negeri. Hal ini merespon  tantangan dan peran perguruan tinggi dalam menghadapi era industri 4.0,” kata Menteri Nasir saat menghadiri Wisuda dan Dies Natalis Univeristas Nasional ke-70 di Jakarta Convention Center (JCC) Senayan, Jakarta, Minggu (22/9/2019).

Menristekdikti menyebutkan, dibandingkan awal masa pemerintahannya, telah terjadi lompatan jumlah perguruan tinggi di Indonesia yang telah meraih akreditasi A.

Ia merinci, saat ini sudah ada 96 perguruan tinggi di Indonesia yang telah meraih akreditasi A, 13 di antaranya merupakan Perguruan Tinggi Swasta (PTS) di Jakarta. 

Menristekdikti berharap kampus dapat menjadi penggerak inovasi membangun negeri, dan SDM dan IPTEK yang dihasilkan akan menjadi kekayaan yang tidak ternilai menjadi modal bangsa dalam percaturan global di era industri 4.0. 

Sebelumnya, Rektor Universitas Nasional El Amry Bermawi Putera mengatakan, Universitas Nasional terus memacu agar para lulusannya siap menghadapi percepatan dan penguasaan teknologi informasi berbasis online demi menyongsong revolusi industri 4.0.

Ia menuturkan, pendekatan digital telah diterapkan di Universitas Nasional berupa sistem tata kelola perguruan tinggi berbasis online mulai tahap input, process, output, outcomes, dan impact

“Tata kelola Universitas Nasional saat ini sudah mencapai 80 persen berbasis online, 20 persen sisanya sedang dalam proses pengerjaan dengan target capaian pada tahun akademik 2019/2020. Dengan kata lain, pada titik itu, Universitas Nasional akan menjadi kampus yang berkategori cyber university atau smart campus,” tutur dia. 

El Amry menambahkan, aktifitas perkuliahan dan learning management system juga pembelajaran dan penelitian telah dibantu dengan Teknologi, Informasi dan Komunikasi (TIK). Berbagai inovasi dilakukan dalam bidang pembelajaran dua mata kuliah wajib universitas dan desain ulang kurikulum.

Ia menyebutkan, hal ini dilakukan demi melahirkan lulusan berkualitas, terampil dan mampu beradaptasi dengan Revolusi Industri 4.0.

Dalam kesempatan tersebut turut hadir Dirjen Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kemenristekdikti Ismunandar, Sekretaris Pelaksana Kopertis Wilayah III Jakarta Periode M. Samsuri, Guru besar dari berbagai Perguruan Tinggi Negeri di Indonesia seperti UGM, UNHAS dan UNSOED serta dari Malaysia dan Korea Selatan. 

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00