• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Info Publik

Sejuta Masker N95, Mata Rantai Jurnalis dan Mahasiswa Gelar Teatrikal

22 September
18:18 2019
0 Votes (0)

KBRN, Jakarta : Aktivis Mata Rantai Jurnalis dan Mahasiswa gabungan dari Sumatra dan Kalimantan menggelar Aksi Sejuta Masker saat Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) atau dikenal sebelumnya dengan Car Free Day (CFD) di Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, Minggu (22/9/2019). 

Wahyu, Ketua Panitia Mata Rantai Jurnalis Aksi Sejuta Masker mengatakan, tujuan mereka hingga datang jauh-jauh ke Jakarta adalah untuk menggalang dana agar bisa membeli masker berkualitas seri N95 untuk masyarakat di Sumatera dan Kalimantan. Seperti diketahui, harga masker seri itu berkisar Rp100-200 ribu per buah.

"Satu juta masker untuk korban asap kebakaran hutan di kalimantan dan sumatera, yang akan dibagikan kepada masyarakat di sana yang terdampak asap kebakaran hutan dan lahan," kata Wahyu kepada RRI, di lokasi HBKB Bundaran HI, Jakarta Pusat, Minggu (22/9/2019).

Sementara itu, Tommy Alfarizi, Koordinator Aliansi Mahasiswa dan Masyarakat Sipil membenarkan apa yang dikatakan Wahyu mengenai maksud dan tujuan kegiatan mereka hari ini.

"Iya, kami dari aliansi mahasiswa dan masyarakat sipil peduli kabut asap sumatera dan kalimantan, mata rantai jurnalis dan aliansi mahasiswa serta masyarakat peduli kabut asap menggalang dana untuk saudara-saudara di kalimantan dan sumatera," ujar Tommy.

BACA JUGA: Palangka Raya Makin Parah, Greenpeace Gantung Pesan Buat Jokowi

Melihat aksi tersebut, seorang warga Tanah Abang bernama Rusdi, yang kerap datang menikmati suasana Car Free Day menyampaikan dukungan penuh. Menurutnya, kejadian atau bencana kabut asap akibat Karhutla harus segera dihentikan bagaimanapun caranya.

"Kalau perlu aksi lebih besar dari ini tidak apa-apa," ujar Rusdi kepada RRI.

Sementara itu, dari kawasan Patung Kuda Jalan MH Thamrin, Komunitas Aktivis Muda Indonesia (KAMI) juga menggelar aksi terkait kebakaran hutan dan lahan (karhutla) Riau. Mereka bahkan berencana menggugat pelaku karhutla di sana.

KAMI membentangkan kain putih sepanjang 20 meter yang digunakan untuk meminta dukungan warga. Bagi warga yang mendukung langkah gugatan KAMI, bisa membubuhkan tanda tangan di kain tersebut.

"Riau masih dikepung asap sampai detik ini. Jadi kami meminta dukungan satu juta tanda tangan untuk menggugat perusahaan pembakar hutan dan lahan di sana," kata Ketua Umum KAMI Sultoni di Patung Kuda, Jalan MH Thamrin, tadi pagi. (Rep & Foto: Jorike Fitri/Pro3)

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00