• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Nasional

7500 Petani Akan Aksi Damai di Jakarta, Tagih Janji Presiden Soal Reforma Agraria

22 September
16:30 2019
0 Votes (0)

KBRN, Jakarta : Sebanyak 7500 massa petani dari berbagai daerah di Indonesia berencana menggelar aksi damai ke Jakarta pada puncak peringatan Hari Tani Nasional (HTN), Selasa 24 September 2019 mendatang. Mereka akan menyampaikan pendapat soal nasib dan isu seputar petani yang belum terselesaikan hingga saat ini. 

Hal ini diungkapkan Koordinator Umum HTN 2019, Dewi Kartika ketika menggelar keterangan pers terkait agenda hari tani nasional di Sekretariat Nasionalnya di kawasan Pancoran, Jakarta Selatan, Minggu (22/9/2019).

"Hingga akhir periode Pemerintahan 2014-2019, realisasi Reforma Agraria tidak berhasil dijalankan. Hak-hak petani atas tanah masih diabaikan," ungkap Dewi.

Aktivis yang juga Sekretaris Jendral Konsorsium Pembaruan Agraria, Dewi Kartika menyebutkan setidaknya ada 5 permasalahan petani yang menjadi sorotan HTN 2019 ini, antara lain masih macetnya pelaksanaan reforma agraria, evaluasi satu tahun Perpres Reforma Agraria.

"Abainya penyelesaian konflik agraria struktural di semua sektor, perampasan tanah, penggusuran serta kriminalisasi yang masih dialami petani, RUU pertanahan yang berwatak liberal, sehingga tidak berpihak pada petani," jelas Dewi.

"Bahkan membahayakan petani dan rakyat kecil lainnya, termasuk masalah RUU dan revisi uu lainnya yang anti rakyat dan kebijakan ekonomi, pertanian dan peraturan hukum yang pro - korporasi dan menyengsarakan rakyat," tuturnya.

Sementara Ketua Badan Eksekutif Nasional Solidaritas Perempuan, Dinda Nur Anisa mengingatkan ketimpangan kepemilikan atau penguasaan lahan di Indonesia semakin tajam terjadi. 

Hal ini terlihat dari data BPN yang menyebutkan besarnya gap kepemilikan lahan oleh para pemilik modal dan kalangan petani.

"Kalau mau mengambil data BPN yang ini adaah data pemerintah, bahwa 56 persen properti, tanah dan kebun hanya dikuasai oleh 0,2 persen penduduk Indonesia," ungkap Dinda.

Belum lagi lanjut Dinda soal ketimpangan berlapis yang dirasakan petani perempuan. Di satu sisi dia merupakan masyarakat kecil yang tidak memiliki tanah, tapi lain sisi dia juga mendapat perlakuan diskriminatif pada persoalan Agraria.

Data yang Dinda pegang petani perempuan posisinya belum setara dengan laki laki, hanya sebanyak 24, 2 persen lahan di Indonesia yang kepemilikannya atas nama perempuan. Ini kata Dinda merupakan wujud nyata ketidak adilan perempuan dari sisi agraria.

"Nah tentunya ini bukanlah isu yang terpisah dari banyak isu lainnya di indonesia termasuk kita bicara soal ketimpangan dalam berbagai dimensi yang bisa kita lihat yang tidak terlepas dari pola bagaimana ekonomi kita dibangun, maupun pembangunan yang berorientasi pada kepentingan investasi," tambahnya.

Selain di Jakarta, Puncak HTN 2019 ini juga akan diselenggarakan di sejumlah daerah di indonesia diantaranya, Aceh, Sumatera Barat, Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Bengkulu, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Tengah, Nusa Tenggara Barat dan Kalimantan Tengah.

Di Jakarta ribuan petani ini akan menyampaikan aspirasinya, sekaligus menagih janji pemerintah di 2 titik, di Istana Negara dan Gedung MPR RI.

"Ribuan petani dari Jawa Barat, Banten, Jawa Tengah dan perwakilan petani dari Bali, Jambi, Sumatera Utara, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Selatan," tutup Dewi.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00