• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Tanggap Bencana

Mengerikan, Begini Penampakan Karhutla di Malam Hari

22 September
12:37 2019
0 Votes (0)

KBRN, Jakarta : Api akibat Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) belum sepenuhnya hilang dari Pulau Sumatera. Setelah melahap lahan luas di pinggiran hutan, kali ini si jago merah sudah merambat jauh hingga membakar pepohonan yang ada di lahan gambut pinggiran Kota Pekanbaru, Riau, Sabtu malam (21/9/2019). 

Kebakaran di lahan gambut yang kini mengakibatkan kabut asap di Sumatera dan Kalimantan sulit untuk dipadamkan karena api di gambut cepat merambat di bawah permukaan akibat cuaca kering dan angin kencang.

Pemandangan mengerikan tertangkap kamera saat kebakaran lahan terjadi malam hari. Api berwarna merah menyala nampak membakar habis pepohonan hingga menyisakan kerangka bahan debu. 

Pohon-pohon besar yang sudah tumbuh selama puluhan tahun perlahan tumbang berselimut api merah padam. Api nampak merambat dari bawah tanah gambut, menggerus akar, kemudian menumbangkan pohon, lalu melahapnya sampai habis tanpa ampun. Mengerikan jika memang ada manusia yang berada di lokasi tersebut.

Mengacu pada rilis resmi Kementerian Kesehatan, sebanyak 15.346 warga Provinsi Riau menderita Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) akibat kabut asap Pembakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) yang terjadi dalam kurun waktu September 2019. 

Berdasarkan data AirVisual terbaru, Minggu, 22 September 2019 siang, pukul 11.00 WIB (local time), Air Quality Index (AQI) Pekanbaru masih berada di angka 445 alias masuk kategori hazardouz atau berbahaya!

Semua itu akibat asap Pembakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) yang masif terjadi dalam dua bulan terakhir. Namun begitu, tingkat polusi ini tidak tetap dan dapat berubah sewaktu-waktu.

Pengukuran AirVisual terhadap kualitas udara dilakukan menggunakan parameter PM (particulate matter) 2,5 alias pengukuran debu berukuran 2,5 mikron berstandar US AQI. Badan Kesehatan Dunia (WHO) menetapkan, ambang batas sehat konsentrasi PM 2,5 di sebuah kota tak dapat lebih dari 25 mikrogram per meter kubik dalam 24 jam.

Air Quality Index (AQI) merupakan indeks yang digunakan AirVisual untuk menggambarkan tingkat polusi udara di suatu daerah. AQI dihitung berdasarkan enam jenis polutan utama, yaitu PM 2,5, PM 10, karbon monoksida, asam belerang, nitrogen dioksida, dan ozon permukaan tanah.

Berdasarkan data AirVisual, kandungan PM 2,5 di Kota Pekanbaru berada di angka 417 µg/m³. Kondisi cuasa 35 derajat berawan, tingkat kelembaban 35%, kecepatan angin 8.9 km/jam, dan bertekanan 1008 mb.

Untuk diketahui, AQI mempunyai rentang nilai antara 0-500. Makin tinggi nilai AQI, artinya makin tinggi tingkat polusi udara di wilayah tersebut.

Skor 0-5 berarti kualitas udara bagus, 51-100 berarti moderat, 101-150 tidak sehat bagi orang yang sensitif, 151-200 tidak sehat, 201-300 sangat tidak sehat, dan 301-500 ke atas berarti berbahaya.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00