• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Nasional

RUU KUHP Soal Gelandangan Didenda, Pakar Hukum: Negara Tak Berpihak Masyarakat Kecil

20 September
17:54 2019
0 Votes (0)

KBRN, Jakarta : Pakar Hukum Pidana Prof. Fickar Hadjar dari Univ Trisakti mengatakan RUU KUHP bisa dikatakan baik kalau maksudnya mengganti hukum peninggalan Belanda menjadi hukum Indonesia, tetapi tidak terbatas pada bentuknya tapi juga substansinya, namun jika substansinya masih berbau penjajahan artinya sama saja.

"Seperti kebebasan berpendapat itu sangat mendasar di dalam kehidupan masyarakat, ada banyak pasal yang membatasi itu misal  penghinaan terhadap Presiden, lembaga umum itu kalau menurut saya masih bersifat pasal kolonial," tukasnya kepada Pro3 RRI, Jumat (20/9/2019).

Karena sebenarnya pada negara demokrasi tidak menjadi relevan ketika menghina kepada lembaga negara Presiden atau kepentingan umum dan sebagainya menjadi tidak relevan lagi karena, pasal itu dulu sebenarnya sejarahnya itu untuk melindungi raja atau ratu.

"Artinya tidak menjadi relevan lagi ketika meletakkan pasal-pasal penghinaan itu didalam KUHP yang baru, karena kita sama, kalaupun mau, di bab penghinaan itu, tidak perlu dikasih judul penghinaan terhadap Presiden, tapi lebih kepada penghinaan secara umum berlaku delik aduan," jelasnya.
 
Selain itu mengomentari pasal gelandangan yang ada di RUU KUHP  dijelaskan bahwa gelandangan akan didenda sebesar satu juta jika ada yang melaporkan hukum dari masyarakat yang terganggu.

Dikatakan Fickar, hasl tersebut jelas dalam pandangan merupakan hukum pidana untuk masyarakat kecil.

"Uangnya dari mana, padahal gelandangan itu menjadi kewajiban untuk dipelihara oleh negara, itu artinya kita belum berpihak kepada masyarkat kecil," kritiknya.

"Kalau menurut saja tidak usah KUHP mengatur seperti begini, karena itu yang ngatur Pemda. ini menurut saya berlebihan dan tidak berpihak kepada masyarakat kecil," tegasnya.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00