• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Kumham

KPK Pastikan 5 Pimpinannya Tetap Bekerja Hingga 21 Desember 2019

20 September
17:00 2019
1 Votes (5)

KBRN, Jakarta : Kabiro Humas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Febri Diansyah kepada wartawan di Jakarta menjelaskan kepada wartawan di Jakarta terkait kepastian masa kerja 5 Pimpinan KPK. Menurut Febri, mereka akan  dipastikan tetap bertugas hingga akhir masa jabatannya.

Febri memastikan bahwa kelima pimpinan KPK tetap akam menyelesaikan tugas hingga akhir yaitu pada 21 Desember. Febri menegaskan bahwa lima pimpinan akan tetap bekerja memberantas korupsi meski sebelumnya sempat mengembalikan mandat kepada Pemerintah dalam hal ini melalui Presiden Joko Widodo (Jokowi).

"KPK tetap menjalankan tugas sebagaimana diatur di UU No 30 Tahun 2002 tentang Komisi Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Kami pastikan 5 pimpinan KPK juga tetap sah dalam mengambil kebijakan? sampai ada pemberhentian oleh Presiden Republik Indonesia” kata Febri Diansyah di Jakarta, Jumat (20/9/2019).

Menurut Febri, penjelasan terkait  aturan masa jabatan pimpinan telah diatur dalam Pasal 32 dan 34 UU KPK yang menyatakan bahwa 5 pimpinan KPK tersebut akan tetap  melaksanakan tugas hingga akhir jabatan.

“Dengan demikian, terhitung sejak dilantik Presiden Republik Indonesia sejak 21 Desember 2015, maka sesuai dengan aturan yang berlaku, masa jabatan pimpinan KPK saat ini akan berakhir pada 21 Desember 2019 nanti,” kata Febri Diansyah.

“Sekaligus setelah itu pelantikan terhadap Pimpinan KPK yang baru sebagaimana hasil yang telah dipilih oleh DPR RI akan diproses lebih lanjut,” jelasnya kepada wartawan di Jakarta.

Febri Diansyah menjelaskan tugas penindakan dan pencegahan hingga saar ini masih di bawah 1 Ketua dan 4 Wakil Ketua. Febri juga memastikan KPK saat ini masih melaksanakan tugas mulai dari pemeriksaan saksi hingga penyitaan dan penggeledahan.

"KPK juga akan terus melakukan pemeriksaan saksi-saksi, pelarangan ke luar negeri, penggeledahan, penyitaan hingga penetapan tersangka baru hingga proses persidangan dan eksekusi. Karena pemberantasan korupsi tidak boleh berhenti,” kata Febri Diansyah.

"Tugas Pencegahan juga menjadi perhatian kami, dan sejumlah tim sedang tersebar di banyak daerah dan instansi yang melaksanakan fungsi trigger mechanisme, mendorong perbaikan sistem di lembaga-lembaga pusat ataupun daerah,” pungkas Febri Diansyah.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00