• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Tanggap Bencana

Dua Korporasi Asing Diperiksa, Jaksa Agung : Ini Pembakaran, Bukan Kebakaran Lagi

20 September
15:36 2019
0 Votes (0)

KBRN, Jakarta : Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) bisa diganti dengan Pembakaran Hutan dan Lahan, karena sebagian besar lahan yang dilalap api merupakan perbuatan manusia, khususnya mereka yang dibayar perusahaan-perusahaan besar lokal dan asing untuk kepentingan pembukaan lahan perkebunan kelapa sawit. Jaksa Agung HM Prasetyo menyatakan hal tersebut kepada RRI di Jakarta, Jumat (20/9/2019).

Jaksa Agung mengutarakan, sejauh ini sudah 156 kasus baik di Riau maupun Kalimantan Tengah (Kalteng) yang sedang ditangani baik oleh kepolisian maupun lembaga penegakan hukum lainnya.

"Terdiri dari 149 kasus perorangan, tujuh korporasi dengan dua diantaranya perusahaan asing," sebut HM Prasetyo.

BACA JUGA: Kualitas Udara Palangka Raya Berbahaya

Dua perusahaan asing yang dimaksudkan berasal dari Malaysia dan Singapura, dan merupakan korporasi besar di negara asalnya masing-masing. Dua perusahaan asing itu dikabarkan mengantongi izin berbentuk Hak Pengelolaan Hutan (HPH), dimana mereka hanya diizinkan menanam komoditas sawit tanpa merusak hutan. 

Namun kenyataannya, diduga ingin menambah volume produksi karena tergiur dengan keuntungan, peraturan akhirnya menjadi sesuatu yang dilanggar. Mirisnya, mereka menggunakan orang Indonesia yang rela dibayar membakar hutan dan lahan gambut tersebut.

Sementara ini, karena dalam penyelidikan, Jaksa Agung sudah melayangkan permintaan kerjasama yang baik ke otoritas Malaysia dan Singapura terkait dua korporasi mereka yang sedang tersandung kasus pembakaran hutan dan lahan di Indonesia.

Pada bagian lain, Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol M Iqbal menyatakan, Polri sudah menetapkan 249 tersangka kasus Pembakaran Hutan dan Lahan di Sumatera dan Kalimantan. Selain itu, ada 6 (enam) korporasi yang turut dijerat sebagai tersangka.

"Sampai saat ini ada 249 orang tersangka yang sudah ditetapkan. Ini berproses, diantaranya tersangka korporasi ada enam, tersebar di seluruh Polda," terang Kadiv Humas Polri Irjen M Iqbal di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Jumat (20/9/2019).


tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00