• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Kumham

Polisi Kutai Barat Resmi Menahan 3 Tersangka Pembakar Lahan

20 September
15:20 2019
0 Votes (0)

KBRN, Sendawar : Kepolisian resor Kutai Barat (Kubar) Provinsi Kalimantan Timur menggelar pres release terkait penahanan 3 terduga pelaku pembakaran lahan di Mapolres Kubar, Jumat (20/9/2019).

Dalam konferensi pers tersebut polisi menghadirkan 3 tersangka. Masing-masing atas nama Derius warga kampung Keay kecamatan Damai Kutai Barat, berikutnya Taji dan Minan penggarap lahan asal Kabupaten Tulung Agung Provinsi Jawa Timur. Sementara barang bukti yang disita berupa 3 buah parang, korek gas serta abu hasil pembakaran di lokasi kejadian.

Kasat reskrim polres Kubar Ajun Komisaris Polisi (AKP) Ida Bagus Kade mengatakan, ketiga tersangka ditangkap di dua lokasi berbeda. Tersangka Derius ditangkap kamis 19 september di lokasi kejadia RT.04 Kampung Keay kecamatan Damai. Sedangkan Taji dan Minan ditangkap di kelurahan Simpang Raya, Kecamatan Barong Tongkok.  

 “Untuk modus operandi hampir sama. Memang tiga pelaku berencana melakukan pembersihan dan pembukaan lahan. Akan tetapi mereka melakukan dengan cara yang tidak benar yaitu membakar. Sehingga api tidak dapat terkontrol sampai api meluas dan membakar lahan seluas 3 hektar. Masing-masing di TKP Simpang Raya 2 hektar dan Keay 1 hektar,” jelas kasat Reskrim.

Ida Bagus menyebut lahan yang dibakar memang milik sendiri namun karena kelalaian sampai api meluas ke wilayah sekitar.  Polisi ujar Ida Bagus akan terus berkoordinasi dengan tim satgas karhutla dan mencari pelaku-pelaku lain. Sementara 3 tersangka yang sudah diamankan kini mendekam di ruang tahanan polres Kubar. Mereka terancam kurungan 15 tahun penjara.

“Untuk ancaman hukuman yang dikenakan adalah pasal 187 dan 188 KUHP. Yang mana melakukan pembakaran dengan sengaja atau kelalaian yang menyebabkan kebakaran atau letusan dengan ancaman kurungan 15 tahun penjara,” katanya.

Dia menegaskan untuk saat ini tidak diperbolehkan membakar lahan atau hutan dengan alasan apapun. Jika ditemukan polisi akan langsung menindak.  Mengingat dampak karhutla sudah sangat berbahaya. Apalagi titik api karhutla di wilayah Kubar masih terus terdeteksi hampir tiap hari.

“Kami ingatkan setiap masyarakat yang melakukan pembakaran seluas apapun akan kami lakukan tindakan tegas. Karena saat ini kondisi kabut asap sudah sangat memprihatinkan,” tegas AKP.Ida Bagus.

Terpisah kepala Badan Penanggualngan Bencana Daerah Kubar Jenton mengaku, pihaknya sudah berulang kali memperingati warga untuk hati-hati ketika melakukan pembakaran.  Bahkan sudah dibuat edaran tentang wajib lapor melalui petinggi dan kepala adat.  Namun imbauan dan edaran tersebut kerap diabaikan, sehingga adanya penangkapan itu bisa jadi efek jera.

“Kalau masyarakat tidak menyadari itu urusan lain sudah. Kita juga tidak menyalahkan warga, tidak menyalahkan siapa-siapa. Tapi kalau ada warga yang sengaja tidak mentaati atau tidak melapor boleh ditindak dan dikenakan sangsi. Karena disitu sudah ada aturannya, kalau sengaja membakar tanpa ada pemberitahuan ke camat, petinggi, kepala adat bisa didenda. Berulang kali kita sampaikan tapi kalau tidak tegas ya tidak ada efek jeranya,” kata Jenton.

Jenton juga mengingatkan masyarakat maupun korporasi untuk taat dengan aturan agar tidak berurusan dengan hukum. 

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00