• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Tanggap Bencana

Kualitas Udara Palangka Raya Berbahaya

20 September
13:27 2019
0 Votes (0)

KBRN, Jakarta : Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) menyebabkan kualitas udara di kota Palangka Raya berbahaya bagi warga. Warga pengendara sepeda motor nampak masih melakukan aktivitas walau harus mengenakan masker di Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Jumat (20/9/2019).

Dari Sungai Kahayan, lalu lintas air masih berlangsung walau hanya satu atau dua perahu saja yang melintas. Kabut asap nampak menyelimuti perairan hingga mengganggu jarak pandang. Suasana lengang lalu lintas sungai yang tidak seperti biasanya ternyata menjadi tontonan masyarakat yang tinggal di sekitar Sungai Kahayan.

Berdasarkan data AirVisual Jumat, 20 September 2019, pukul 11.00 WIB (waktu Jakarta), Air Quality Index (AQI) Kota Palangka Raya berada di angka 310 alias masuk kategori hazardouz atau berbahaya! 

Semua itu akibat asap Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) yang masif terjadi dalam dua bulan terakhir. Namun begitu, tingkat polusi ini tidak tetap dan dapat berubah sewaktu-waktu.

BACA JUGA: Suara Lantang Tak Patah Arang, #SaveKalimantan #SaveSumatera

Pengukuran AirVisual terhadap kualitas udara dilakukan menggunakan parameter PM (particulate matter) 2,5 alias pengukuran debu berukuran 2,5 mikron berstandar US AQI. Badan Kesehatan Dunia (WHO) menetapkan, ambang batas sehat konsentrasi PM 2,5 di sebuah kota tak dapat lebih dari 25 mikrogram per meter kubik dalam 24 jam.

Air Quality Index (AQI) merupakan indeks yang digunakan AirVisual untuk menggambarkan tingkat polusi udara di suatu daerah. AQI dihitung berdasarkan enam jenis polutan utama, yaitu PM 2,5, PM 10, karbon monoksida, asam belerang, nitrogen dioksida, dan ozon permukaan tanah.

Berdasarkan data AirVisual, kandungan PM 2,5 di Pekanbaru berada di angka 260 µg/m³. Kondisi cuaca 35 derajat berawan, tingkat kelembaban 38%, kecepatan angin 2.8 km/jam, dan bertekanan 1007 mb.

Untuk diketahui, AQI mempunyai rentang nilai antara 0-500. Makin tinggi nilai AQI, artinya makin tinggi tingkat polusi udara di wilayah tersebut.

Skor 0-5 berarti kualitas udara bagus, 51-100 berarti moderat, 101-150 tidak sehat bagi orang yang sensitif, 151-200 tidak sehat, 201-300 sangat tidak sehat, dan 301-500 ke atas berarti berbahaya. 

BACA JUGA: Kalimantan Tengah Tetapkan Status Tanggap Darurat Bencana Karhutla

Seperti diberitakan RRI sebelumnya, Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah telah menetapkan status tanggap darurat bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) hingga 30 September 2019 mendatang dan Gubernur Kalteng Sugianto Sabran telah ditetapkan sebagai Komandan Penanganan Darurat Bencana sesuai arahan presiden.

"Kami baru saja selesai melaksanakan rapat penanganan darurat bencana karhutla di Kalteng dan telah dibahas serta diputuskan langkah-langkah operasi selanjutnya bersama seluruh pihak terkait," kata Sugianto, Jumat (20/9/2019).

Langkah-langkah yang pihaknya ambil, diantaranya seluruh anggota pos komando melakukan pengendalian sumber ancaman bencana beserta penanganan dampaknya, terutama terkait layanan terhadap gangguan kesehatan masyarakat yang disebabkan asap.

Terkait hal itu, Sugianto meminta agar hari ini bisa segera diselesaikan pengkajian kebutuhan penanganan darurat bencana dan rencana operasi tanggap darurat bencana, agar semuanya bisa bergerak dalam satu komando.

BACA JUGA: Sebagian Lahan Taman Nasional Sebangau Ludes Dibakar Orang Tak Dikenal

Kemudian, meningkatkan patroli gabungan pengendalian karhutla secara rutin, penambahan personel, peralatan hingga pengaktifan relawan-relawan dalam pemadaman langsung, serta mengintensifkan pemadaman melalui udara.

"Juga memenuhi layanan kesehatan kepada masyarakat, dengan penambahan rumah singgah dan rumah aman, perbaikan gizi serta perlindungan kelompok rentan yaitu anak-anak, lanjut usia dan ibu hamil," tegasnya usai memimpin rapat penanganan darurat bencana.

Selanjutnya, perlindungan terhadap sarana dan prasarana vital, aktivitas penerbangan tidak boleh terganggu, bahkan jika diperlukan diadakan sarana dan prasarana yang bisa membantu dalam pendaratan pesawat.

Layanan pendidikan anak-anak sekolah tetap harus berjalan dengan baik, sekalipun diliburkan pastikan mereka tidak ketinggalan dalam hal pelayanan pendidikan serta kesehatannya.

Semua yang bergerak dalam satu komando, meliputi TNI, Polri, BPBD, Dishut, Manggala Agni, Masyarakat Peduli Api, Tim Serbu Api Kelurahan, Relawan, masyarakat serta seluruh pihak yang terlibat. Seluruhnya harus bergerak dalam satu rencana operasi yang telah disusun bersama. 

BACA JUGA: Hadapi Asap Karhutla, Selama Ini Dinilai Keliru Memilih Masker

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00