• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Kumham

Veronica Koman Resmi Jadi DPO

20 September
11:56 2019
0 Votes (0)

KBRN, Surabaya : Kepolisian Daerah Jawa Timur resmi mengeluarkan surat Daftar Pencarian Orang (DPO) bagi tersangka kasus provokasi dan informasi hoax, Veronica Koman. DPO dikeluarkan, usai gelar perkara di Bareskrim dan Hubinter. 

Kapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermawan menjelaskan, selain menerbitkan surat DPO, polisi juga mengirimkan surat permintaan red notice, yang sudah dikomunikasikan antara pihak Hubinter dan Interpol, serta Kementerian Luar Negeri dan dengan KBRI.

"Saya mendapat kabar mereka sudah ada komunikasi langsung dengan pihak KBRI isi komunikasinya saya tidak tahu, tapi sudah ada komunikasi," jelasnya, Jumat (20/9/2019).

Polisi mengeluarkan surat DPO tersebut, setelah upaya paksa dari pihak penyidik, yaitu melakukan pencarian ke rumah Veronica di Jakarta dan melakukan penggeledahan. Dari situ, polisi hanya mendapatkan sejumlah barang bukti yang kini sedang diteliti. 

"Sementara masih diteliti dokumen-dokumen-nya," ungkapnya. 

Kapolda mengakui, selama proses penyidikan, Veronica tidak sekalipun melakukan konfirmasi atau merespon surat panggilan yang dilayangkan. Tetapi Veronica hanya melkukan berkomunikasi dengan Kementerian Luar Negeri.

"Kami sudah mendapat laporan dari Kementerian Luar Negeri dan Hubinter dan mengambil langkah dan sudah komunikasi dengan LO dan AFP untuk terkait masalah Veronica," terang Kapolda. 

Penerbitan surat DPO tetap diberlakukan hingga Veronica berhasil ditemukan. Kapolda menghimbau, bagi masyarakat yang melihat atau mengetahui keberadaan Veronica bila di Indonesia, untuk bisa turut membantu melaporkannya. 

"Kalau anggota Polri (mengetahui, red) bisa langsung melakukan penangkapan atau upaya paksa," paparnya. 

Sementara itu, untuk permintaan red notice, Kapolda mengaku baru dikirim surat permintaan tersebut ke Prancis. Pihaknya belum mengetahui, karena berkaitan dengan Hubinter dan akan dirapatkan dan akan dikirim surat iku negara yang ditempati Veronica.

Rekomendasi Berita
tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00