• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Kumham

Sepak Terjang Abu Razak, Pimpinan KKB di Aceh

20 September
11:36 2019
1 Votes (1)

KBRN, Banda Aceh : Polisi melumpuhkan kelompok kriminal bersenjata (KKB) di wilayah Kabupaten Pidie Jaya, Aceh pada Kamis (19/9/2019) sore. Dalam aksi penyergapan ini polisi terlibat baku tembak dan menewaskan empat orang dari KKB termasuk pimpinannya bernama Abu Razak. 

Lalu siapa sosok Abu Razak dan bagaimana sepak terjangnya dalam sejumlah aksi kejahatan di Aceh ? 

Kabid Humas Polda Aceh Kombes Pol Ery Apriyono mengatakan, Abu Razak merupakan warga Kabupaten Bireun yang memiliki nama lengkap Tun Sri Muhammad Azrul Mukminin Al-Kahar lias abu Razak bin Muda Abdul Muthali. 

"Dia merupakan pimpinan kelompok kriminal bersenjata api (KKB) Aceh yang sudah menjadi target operasi (TO) tim Satgas KKB Polda Aceh," kata Ery, Jumat (20/9/2019). 

Pada tahun 1999, Abu Razak bergabung dengan kelompok GAM (Gerakan Aceh Merdeka) wilayah Batee Iliek, Kabupaten Bireuen dengan peran memperbaiki atau service senjata api.

Kemudian pada tahun 2015 pasca perdamaian RI-GAM melalui MoU Helsinki, Abu Razak berbaur dengan masyarakat dan bekerja sebagai petani dan berkebun serta pernah juga menjadi petani tambak.

Sebelumnya pada tahun 2008 Abu Razak juga pernah terlibat melakukan tindak pidana pengancaman atau intimidasi menggunakan senjata api. Dia melarang WNA untuk melakukan aktivitas penambangan di Meulaboh, Kabupaten Aceh Barat. Dia berhasil diamankan oleh aparat keamanan serta menjalani hukuman penjara di LP Salemba setelah divonis 1,6 tahun penjara. 

Pada tahun 2010 selesai menjalani hukuman dari lembaga permasyarakatan salemba Jakarta Pusat dan pasca bebas dari Lapas Salemba, Abu Razak bekerja serabutan. 

Hingga pada tahun 2015, Abu Razak akhirnya bergabung dengan kelompok kriminal bersenjata api (KKB) pimpinan Din Minimi. KKB yang dipimpin Din Minimi saat itu paling dicari oleh aparat keamanan karena terlibat pembunuhan dua orang anggota TNI di Aceh Utara. 

Pada April 2015, Abu Razak ditangkap Polda Aceh atas keterlibatannya dalam kelompok Din Minimi. Dia divonis 5,6 tahun penjara karena melanggar UU darurat no. 12 tahun 1951 dan ditahan di LP Kelas II A Lhokseumawe. Sementara Din Minimi memilih untuk menyerahkan diri setelah dimediasi oleh Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) yang saat itu dijabat oleh Sutiyoso. 

Kemudian pada tanggal 18 September 2017 sekira pukul 16.00 WIB, Abu Razak berhasil melarikan diri dari LP kelas IIA Lhokseumawe dan telah ditetapkan sebagai DPO Polresta Lhokseumawe dengan nomor : dpo/81/ix/2018/reskrim Polres Lhokseumawe.

Pada tanggal 12 September 2019 Nama Abu Razak kembali muncul. Dia disebut-sebut terlibat aksi penculikan terhadap seroang warga Bireun. Korban sempat diculik oleh kelompok ini di kawasan Bukit Cerana, Desa Ie Rhop Timu, Simpang Mamplam, Kabupaten Bireuen. Korban bermana Baital itu mengalami kerugian setelah dirampok sekitar Rp 30 juta. 

Langkah Abu Razak Cs terhenti setelah pada Kamis 19 september 2019 pukul 18.00 WIB terlibat baku tembak dengan aparat kepolisian di jalan Medan-Banda Aceh tepatnya di Gampong Keude, Kecamatan Trienggadeng, Kabupaten Pidie Jaya. 

Abu Razak bersama tiga rekanya bernama Wan Neraka, Zulfikar dan Hamni tewas ditembak polisi. Sementara satu rekan lainya bernama Wan Ompong berhasil ditangkap. 

"Penyergapan ini dilakukan setelah tim Satgas KKB bentukan Polda Aceh mengejar satu unit mobil Avanza hitam dari arah Bireun menuju ke Banda Aceh yang diduga di dalamnya ada kelompok KKB Abu Razak. Kita masih mendalami kasus ini termasuk memeriksa sejumlah saksi-saksi," ujar Kabid Humas Polda Aceh. 

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00