• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Nasional

Mahasiswa 'Sita' Gedung DPR, Tolak Pengesahan Lima RUU

19 September
23:26 2019
0 Votes (0)

KBRN, Jakarta : Kamis (19/9/2019) sore, Gedung DPR/MPR, Jalan Gatot Subroto, Kompleks Parlemen Senayan Jakarta, resmi 'disita' mahasiswa berbagai kampus dan elemen.

Mereka menggelar aksi unjuk rasa/demonstrasi damai menyuarakan penolakan rencana pengesahan Rancangan Undang Undang (RUU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadi Undang Undang (UU) oleh DPR RI, Kamis (19/9/2019).

Pengesahan RUU KPK menjadi UU yang rencananya berlangsung pada 24 September 2019 mendatang tidak bisa diterima mahasiswa, dan dianggap sebagai pelemahan terhadap lembaga antirasuah tersebut.

Ketua BEM UI Manik Marganamahendra menyatakan, apabila tetap disahkan, hal itu mengingkari kesepakatan antara mahasiswa dengan Sekretaris Jendral (Sekjen) DPR Indra Iskandar yang sudah tercapai tadi sore, Kamis (19/9/2019).

"Berarti sudah menyalahi apa yang disepakati bersama. (Jika Disahkan) Kami akan datang kembali ke sini dan langsung geruduk DPR," kata Manik kepada wartawan, usai diterima Sekjen DPR RI Indra Iskandar.

Manik berharap, selain RUU KPK, RKUHP juga tidak disahkan oleh DPR. Dirinya menyinggung nilai moril yang dimiliki DPR jika produk hukum tersebut tetap dijalankan menjadi UU.

"Kami sangat berharap untuk tidak disahkan. Yang jelas kami akan menuntut moril dari DPR di sini," ungkapnya.

Dia mengaku akan terus berkoordinasi dengan kelompok mahasiswa dari berbagai universitas yang tergabung dalam unjuk rasa hari ini hingga 24 September 2019. Manik mengaku sudah menekankan tuntutannya kepada Sekjen DPR saat audiensi.

Selain RUU KPK dan RKUHP, ada beberapa UU lainnya yang ditolak pengesahannya oleh mahasiswa, yaitu RUU pertanahan, RUU ketenagakerjaan, dan RUU minerba.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00