• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Sigap Polri

Polisi Belum Tetapkan Tersangka Kasus Keracunan Massal di Majalengka

19 September
17:41 2019
0 Votes (0)

KBRN,Majalengka; Polres Majalengka, belum menetapkan tersangka kasus keracunan massal yang menyebabkan puluhan warga menjalani perawatan intensif.

Kapolres Majalengka, AKBP Mariyono, melalui Kapolsek Rajagaluh, AKP Jaja Gardaja mengatakan, pihaknya baru melakukan pemeriksaan dan memintai keterangan para korban.

"Baru dimintai keterangan, belum ada penetapan tersangka. Masih butuh proses yang cukup panjang karena ada keterangan saksi lain yang tidak mengalami keracunan meskipun mengonsumsi makanan yang sama," katanya, kepada Kontributor RRI, Kamis (19/9/2019)

Dijelaskan, meski diduga keracunan massal tersebut disebabkan makanan berupa nasi wuduk, soto dan gorengan yang dijual pedagang keliling, namun
pembuktian terlebih dahulu.

Dengan demikian akan dapat ditetapkan siapa sebagai tersangkanya.

"Apakah ini ada unsur kesengajaan atau tidak harus dapat dipastikan dan dibuktikan terlebih dahulu. Kami tidak bisa begitu saja menetapkan tersangka," jelasnya.

Menurut AKP Jaja, keluarga korban, juga belum mengajukan tuntutan ataupun membuat laporan. Kendati demikian, pihaknya tetap akan memproses lebih lanjut.

"Kami juga masih menunggu hasil Lab sebagai acuan untuk menindaklanjuti kejadian tersebut," ujarnya.

Jumlah korban yang mengalami keracunan ada 44 orang, yang terdiri dari empat desa. Diantaranya, Desa Rajagaluh Kidul, Desa Kumbung dan Desa Teja, Kecamatan Rajagaluh serta Desa Sukahaji, Kecamatan Sukahaji, Majalengka.

"Saat ini yang masih menjalani perawatan intensif di Puskemas Rajagalauh, ada 22 orang, sedangkan 22 orang lainnya, sudah diperbolehkan pulang sejak kemarin dan hanya menjalani rawat jalan," tandasnya.

Seperti diberitakan  keracunan massal terjadi, Rabu (18/9/2019), setelah warga mengonsumsi makanan wuduk, soto dan gorengan yang dijual pedagang keliling.

Warga mulai mengalami gejala keracunan seperti pusing, mual-mual, dan muntah serta lemas. Mereka terdiri dari orang dewasa, remaja hingga anak-anak.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00