• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Tanggap Bencana

Bayi Darisa Terserang Gangguan Paru-paru Akibat Asap Karhutla Riau

19 September
16:30 2019
0 Votes (0)

KBRN, Jakarta : Anak kecil sampai Lanjut Usia (Lansia) merupakan yang paling rentan terpapar gangguan pernafasan akibat asap Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) yang melanda Kota Pekanbaru, Provinsi Riau, selama dua bulan terakhir.

Seorang bayi berusia delapan bulan bernama Darisa Tibyan harus menjalani perawatan intensif RSUD Petala Bumi, berupa pemberian oksigen darurat melalui selang akibat sesak nafas.

Kepada wartawan, ibu dari bayi Darisa mengutarakan, anaknya didiagnosa dokter menderita infeksi paru dan diare akibat terpapar asap Karhutla Kota Pekanbaru, Riau, Kamis (19/9/2019).

Seperti diberitakan RRI sebelumnya, seorang bayi baru lahir meninggal dunia akibat kabut asap, Rabu (18/9/2019) malam. 

Bayi jenis kelamin laki-laki itu meninggal karena infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).

Menurut ayah bayi, Evan Zebdrato, anak pertamanya ini lahir pada Senin, 16 September 2019 lalu, sekitar pukul 16.50 WIB. Sang bayi lahir di rumah bidan secara normal dan selamat.

BACA JUGA: Bayi di Pekanbaru Meninggal Dunia Terpapar Kabut Asap

"Sempat menginap di klinik satu malam. Besok paginya sudah boleh pulang. Namun malam hari anak kami demam disertai batuk," kata Evan, saat dikonfirmasi di kediamannya, Kamis (19/9/2019).

Sang bayi sempat mengalami panas tinggi hingga mencapai 41 derajat celcius. Kemudian melarikannya ke rumah sakit. Namun sayangnya di perjalanan, nyawa bayi tak tertolong.

"Pengakuan dokter rumah sakit virus dari kabut asap. Kemudian kami balik dari rumah sakit menuju pulang ke rumah," ujarnya.

Saat ini suasana berkabung masih menyelimuti rumah duka yang berada di belakang gudang kardus Jalan Lintas Timur Km 19 Kelurahan Kulim, Kota Pekanbaru. Kerabat dan keluarga korban terus berdatangan menyampaikan belasungkawa.

Selanjutnya jenazah bayi dimakamkan di TPU Binjai, Kecamatan Tenayan Raya, Kota Pekanbaru

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00