• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Nasional

Hujan Guyur Dumai, Operasi TMC di Riau akan Diperluas Hingga Jambi

19 September
15:01 2019
1 Votes (5)

KBRN, Pekanbaru : Operasi TMC (Teknologi Modifikasi Cuaca) di Provinsi Riau berhasil menurunkan hujan di Dumai, tepatnya di Kelurahan Batu Teritip yang berbatasan dengan Kabupaten Rokan Hilir dan Padang Sidempuan, Sumatera Utara, pada Rabu (18/9/2019).

Kepala Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), Hammam Riza menuturkan, keberhasilan tersebut merupakan hasil sinergi antar pihak, yang merupakan tindak lanjut dari Ratas penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang digelar Presiden Joko Widodo Senin (16/9/2019) lalu.

Hammam menjelaskan, Posko Riau yang berbasis di  Lanud Rusmin Noerjadin akan diperluas wilayah kerjanya hingga Provinsi Jambi, yang juga terkena bencana kabut asap akibat karhutla .  

Ia juga mengingatkan bahwa penanggulangan Karhutla harus dilakukan secara sistemik. 

“Baik dari udara dengan modifikasi cuaca, dan dari darat dengan mengerahkan tim . Termasuk dibangun sistem membuka lahan  dengan menggunakan senyawa hayati Biopeat inovasi BPPT, yang meningkatkan PH lahan gambut. Tidak dibakar. BPPT punya teknologinya,” tegasnya, Kamis (19/9/2019).

Lebih lanjut diungkap Kepala Balai Besar Teknologi Modifikasi Cuaca (BBTMC) BPPT, Tri Handoko Seto mengungkapkan, hujan terjadi pada sore hari menjelang malam setelah pihaknya melakukan penyemaian di dua wilayah sepanjang Rabu dengan mengerahkan dua armada pesawat sekaligus. 

"Yaitu satu pesawat untuk di Dumai, Rokan Hilir dan Padang Sidempuan, dan satu pesawat lain untuk wilayah Kampar dan Rokan Hulu,” ujar pria yang akrab disapa Seto ini di Pekanbaru, Kamis, (19/9/2019).

Pada penerbangan pertama, ungkap Seto, pesawat TNI AU Hercules  C 130  mengangkut sekitar 2.400 kg NaCL untuk operasi penyemaian di Dumai, Rokan Hilir dan Padang Sidempuan. Sedangkan pada penerbangan kedua, mengerahkan pesawat Cassa 212-200 dengan mengangkut bahan semai sekitar 800 kg dengan area penyemaian di Kampar dan Rokan Hulu.

“Total volume air pada Rabu, 18 September 2019 tercatat mencapai 3,5 juta M3,” terangnya. 

Operasi TMC penanggulangan Karhutla di Riau telah dilaksanakan selama 160 hari dengan melakukan 134 sorti penerbangan penyemaian awan. Total volume air hujan yang dihasilkan selama operasi berlangsung lebih dari 700 juta meter kubik. 

“Tingkat kesulitan tebalnya kabut asap yang capai ketinggian 7000-8000 feet  dan terbentuknya lapisan awan di ketinggian 14.000-15.000 feet, yang menyulitkan sinar matahari masuk menembus ke permukaan bumi sehingga awan konvektif sulit tumbuh. Potensi awan di wilayah Riau sekitarnya diperkirakan akan membaik dalam waktu 2-4 hari mendatang,” papar Samba Wirahma, Koordinator Lapangan BBTMC-BPPT wilayah Riau. 

Menurut Samba, operasi TMC di Riau menambahkan bahan penyemai kapur tohor (CaO).

“Sekitar 30 ton kapur tohor telah dikirim dari Jakarta,” ungkapnya.  

Posko Riau diperkuat pos pemantauan meteorologi (Posmet)  di Dumai dan Pelalawan, dengan jumlah personil 10 orang dari BBTMC-BPPT, satu  orang dari BMKG,  13 orang (kru pesawat Hercules C 130 dengan no reg A-1328 dari Skuadron 31 Halim Perdana Kusumah), dan 12 orang (kru Cassa 212-200 no reg A-2108 dari Skuadron 4 Malang). 

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00